BCA Sekuritas
langen
Daily News

AIRNAV ALIHKAN DAN BATALKAN SEJUMLAH PENDARATAN DI SOETA IMBAS CUACA EKSTREM

Category

Business Economics

Published On

12 January 2026

01158143

IQPlus, (12/1) - Hujan dengan intensitas tinggi yang turun tanpa henti sejak Senin pagi, 12 Januari 2026, di wilayah Jakarta dan sekitarnya berdampak signifikan terhadap operasional penerbangan.

Kondisi cuaca ekstrem tersebut memaksa AirNav Indonesia melakukan serangkaian prosedur pengalihan hingga pembatalan pendaratan sejumlah penerbangan tujuan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, sebagai langkah antisipasi demi menjamin keselamatan penerbangan.

Manajemen AirNav Indonesia menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan bagian dari prosedur keselamatan yang wajib dijalankan oleh petugas Air Traffic Controller (ATC) dalam memberikan layanan pemanduan pesawat.

Langkah ini adalah bagian dari layanan navigasi yang harus kami lakukan, mengacu pada kondisi cuaca buruk yang berisiko terhadap keselamatan penerbangan.

"Semua dilakukan berdasarkan aturan dan ketentuan, serta dengan satu alasan, yaitu utuk keselamatan penerbangan," jelas EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia, Hermana Soegijantoro.

Hermana menjelaskan, perubahan pelayanan navigasi penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta terutama terjadi pada periode pukul 05.00-10.00 WIB, saat hujan deras mengguyur kawasan bandara dan sekitarnya.

Kondisi tersebut memicu peningkatan pergerakan pesawat yang harus melakukan pembatalan pendaratan (go-around) serta pengalihan pendaratan (divert) ke bandara alternatif.

"Pada periode tersebut, jarak pandang (visibility) di semua landasan pacu yang ada di Soekarno-Hatta, tercatat berada di bawah 1000 meter, yang merupakan batas minimum prosedur pendaratan bagi pesawat.

"Kalau dipaksakan untuk terus mendarat, itu sangat membahayakan. Karena itu, kondisi ini mengakibatkan terjadinya penumpukan lalu lintas kedatangan (arrival traffic) di wilayah udara Jakarta," ungkapnya.

Sebagai bagian dari prosedur keselamatan, petugas ATC menginstruksikan pesawat untuk melakukan holding di area atau pola yang telah ditetapkan.

Durasi holding berkisar antara 40 menit hingga 1 jam, dengan jumlah pesawat yang sempat berada dalam holding mencapai sekitar 15 pesawat. (end)