AGRESIF BANGUN EKOSISTEM, BMHS TARGETKAN KAPASITAS 1.000 TEMPAT TIDUR
Share via
Published On
11 June 2026
Related Stocks
Latest update: 05-06-2026, 09:21:am
16153978
IQPlus, (11/6) - PT Bundamedik Tbk (BMHS / Bundamedik Healthcare System) memasang target ambisius untuk meningkatkan kapasitas hingga 1.000 tempat tidur pada akhir tahun 2028. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya memperluas akses layanan kesehatan berkualitas tinggi sekaligus merespons tren industri yang terus berkembang.
Guna memuluskan target tersebut, BMHS bergerak cepat menjalin kemitraan strategis. Pada April 2026, Perseroan resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Sinar Medika Langgeng, anak usaha Sinar Mas Land. Kerja sama ini ditujukan untuk membangun rumah sakit berstandar internasional di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) BSD. Rumah sakit baru ini nantinya diproyeksikan untuk memperkuat layanan fertilitas, kesehatan wanita dan anak, serta bedah canggih guna membidik ceruk pasar wisata medis (medical tourism). Ambisi ekspansi ini didukung oleh fundamental keuangan yang kian solid.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Jakarta, Kamis (11/6/2026), BMHS mengumumkan lonjakan laba bersih terkonsolidasi sepanjang 2025 sebesar 57% secara tahunan (YoY) menjadi Rp29,7 miliar. Pertumbuhan positif ini juga diikuti oleh kenaikan EBITDA sebesar 9% YoY yang menyentuh angka Rp242 miliar.
Direktur Utama PT Bundamedik Tbk, Agus Heru Darjono, mengungkapkan bahwa capaian ini merupakan hasil dari konsistensi perusahaan dalam mengeksekusi strategi disiplin, mulai dari efisiensi operasional hingga penguatan ekosistem kesehatan terintegrasi. "Kinerja rumah sakit 'baru' mencerminkan efektivitas strategi integrasi pasca-akuisisi yang kami jalankan. Pendapatan dari rumah sakit baru konsisten menunjukkan tren peningkatan hingga 30% sejak periode 2023-2025, dan seluruhnya telah mencapai EBITDA positif," ujar Agus dalam keterangannya.
Dominasi Pasar dan Inovasi Medis
Hingga akhir tahun 2025, kapasitas tempat tidur BMHS sebenarnya telah mengalami kenaikan sebesar 4% YoY menjadi 601 unit setelah berhasil mengkonsolidasikan RSIA Pusura Tegalsari Surabaya. Pertumbuhan operasional ini turut ditopang oleh segmen Korporasi dan Asuransi yang menyumbang 43,2% dari total pendapatan rumah sakit.
Selain itu, lini bisnis utama di sektor ibu dan anak tetap menjadi tulang punggung dengan kontribusi sebesar 51% terhadap total pendapatan. Tidak hanya dari lini rumah sakit, anak-anak usaha BMHS juga menunjukkan performa impresif. Morula IVF Indonesia sukses mempertahankan dominasinya sebagai pemimpin pasar fertilitas nasional dengan pangsa pasar mencapai 41% pada kuartal keempat 2025.
Sementara itu, PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (Diagnos Laboratorium) mencatat lonjakan volume tes sebesar 47% YoY di Q4 2025, yang membuat total volume tes sepanjang tahun menembus angka 957.447 tes. Di sisi inovasi klinis, BMHS memperkokoh posisinya sebagai pionir Robotic Surgery di Indonesia dengan rekam jejak lebih dari 800 tindakan hingga akhir 2025.
Salah satu pencapaian medis paling prestisius adalah keberhasilan RSU Bunda Jakarta dalam melaksanakan prosedur Robotic Skin Sparing Mastectomy pertama di Asia Tenggara pada Oktober 2025, sebuah teknik operasi kanker yang mampu mempertahankan bentuk alami payudara penyintas. Presiden Komisaris PT Bundamedik Tbk, Dr. dr. Ivan Rizal Sini, menegaskan bahwa inovasi klinis dan ekspansi yang terukur merupakan fondasi utama perusahaan untuk menciptakan nilai berkelanjutan.
"Ke depan, kami akan terus memperluas akses layanan, memperkuat ekosistem BMHS Group, dan menghadirkan nilai jangka panjang bagi industri kesehatan nasional," pungkasnya. (end)
Related Research
News Related
