ADIRA FINANCE TARGETKAN REALISASI 150 SPK MOBIL DI ADIRA EXPO 2026
Share via
Terbit Pada
18 May 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 30-07-2025, 01:40:pm
13755810
IQPlus, (18/5) - PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) menargetkan realisasi 150 surat pemesanan kendaraan (SPK) mobil dalam ajang Adira Expo Tebar Promo yang akan digelar pada 22-24 Mei 2026 di Basura Mall Jakarta.
Target tersebut ditetapkan sama seperti tahun sebelumnya seiring kondisi pasar pembiayaan kendaraan yang masih lesu.
"Karena market juga lagi turun, biasanya kita capai target Expo itu di atas 150 SPK. Nah kita sih tahun ini sama lah, 150 (SPK) minimal bisa naik ke 200," kata Head of Branch SSD Cabang Tebet Adira Finance Febri Analisto Paksi di Jakarta, Senin.
Melalui pameran pembiayaan tersebut, Adira Finance menawarkan berbagai solusi pembiayaan bagi masyarakat, baik untuk kebutuhan pribadi, keluarga, maupun usaha.
"Adira Expo Tebar Promo merupakan bagian dari strategi kami untuk memperluas akses masyarakat terhadap solusi finansial yang komprehensif dan relevan dengan kebutuhan saat ini. Tidak hanya menghadirkan penawaran yang kompetitif, kami juga ingin membangun engagement yang lebih dekat dengan konsumen melalui pengalaman layanan yang cepat, mudah dan terintegrasi dalam satu ekosistem," ujar Febri.
Selama pameran berlangsung, Adira Finance menawarkan sejumlah promo, antara lain bunga kredit mobil mulai 1,99 persen per tahun atau uang muka mulai 15 persen, cashback hingga 1 juta adirapoin untuk pengajuan SolusiDana, serta fasilitas approval di tempat.
Penyelenggaraan Adira Expo Tebar Promo juga sejalan dengan kinerja perusahaan pada awal 2026. Sepanjang kuartal I-2026, Adira Finance mencatatkan pertumbuhan penyaluran pembiayaan baru sebesar 52 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp11,9 triliun.
Pertumbuhan ini ditopang oleh kinerja seluruh segmen pembiayaan, baik pada segmen otomotif maupun non-otomotif. Seiring dengan peningkatan tersebut, piutang pembiayaan yang dikelola Perusahaan turut meningkat sebesar 18 persen (yoy) menjadi Rp64,7 triliun. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
