ADHI DIVESTASI 47,18% SAHAM JASAMARGA JOGJA SOLO
Share via
Terbit Pada
08 October 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 21-08-2026, 04:11:pm
28026363
IQPlus, (8/10) - PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) berencana melakukan divestasi seluruh kepemilikan sahamnya di PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ) kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI dengan nilai transaksi sebesar Rp1,765 triliun.
Dalam keterbukaan informasi yang diterbitkan pada 7 Oktober 2026, ADHI menyebutkan saham yang akan dijual sebanyak 1.714.808 saham atau setara dengan 47,18% dari seluruh saham JMJ yang telah ditempatkan dan disetor penuh. Transaksi tersebut merupakan transaksi material karena nilainya melebihi 50% ekuitas Perseroan.
ADHI dan SMI sebelumnya telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat untuk Kepemilikan Saham Minoritas JMJ pada 30 September 2026. Namun, pada saat keterbukaan informasi diterbitkan, pengalihan saham belum efektif karena masih menunggu pemenuhan sejumlah persyaratan pendahuluan. Penyelesaian transaksi ditargetkan paling lambat 30 November 2026 atau tanggal lain yang disepakati kedua pihak.
Beberapa persyaratan tersebut antara lain diperolehnya konfirmasi dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) terkait perubahan susunan pemegang saham JMJ, konfirmasi ketersediaan dana untuk peningkatan kebutuhan pembebasan tanah Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo, serta persetujuan RUPS ADHI atas transaksi divestasi.
Setelah transaksi selesai, SMI akan menjadi pemegang saham JMJ dan ADHI tidak lagi memiliki saham di perusahaan pengelola Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo. Saat ini, JMJ dimiliki oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk sebesar 52,82% dan ADHI sebesar 47,18%.
ADHI menjelaskan divestasi tersebut merupakan bagian dari strategi penataan portofolio investasi dan asset recycling. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat fokus Perseroan pada kegiatan usaha utama di bidang konstruksi sekaligus mengoptimalkan alokasi modal dan sumber daya.
Selain itu, hasil penjualan saham JMJ diharapkan memberikan tambahan arus kas bagi ADHI. Dana tersebut direncanakan digunakan untuk pembayaran utang berbunga, kebutuhan modal kerja, dan kebutuhan usaha lainnya sesuai skala prioritas Perseroan.
Divestasi juga ditujukan untuk membatasi kebutuhan tambahan modal ADHI dalam pembangunan Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo. Perseroan menyebut kelanjutan pembangunan jalan tol membutuhkan tambahan penyertaan modal dari pemegang saham JMJ, sementara ADHI perlu mengarahkan kapasitas pendanaannya ke kegiatan usaha utama dan prioritas lainnya.
ADHI juga mempertimbangkan prospek kinerja JMJ. Berdasarkan proyeksi internal, JMJ diperkirakan masih mencatat kerugian pada tahap awal pengoperasian jalan tol karena pendapatan tol belum optimal seiring perkembangan volume lalu lintas serta adanya beban bunga pembiayaan. Dengan divestasi tersebut, ADHI berharap dapat membatasi dampak kinerja JMJ terhadap kondisi keuangan Perseroan.
Untuk memperoleh persetujuan atas transaksi material tersebut, ADHI akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Jumat, 13 November 2026 pukul 14.00 WIB di Adhi Tower, Jakarta Timur.
Selain persetujuan divestasi, RUPSLB juga akan meminta persetujuan perubahan penggunaan sisa dana hasil Penawaran Umum Terbatas melalui HMETD II. Per 30 Juni 2026, ADHI masih memiliki sisa dana penawaran umum sebesar Rp378,693 miliar yang semula dialokasikan untuk setoran modal pada beberapa entitas, termasuk JMJ, dan diusulkan dialihkan menjadi modal kerja Perseroan. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
