BCA Sekuritas
langen
Daily News

SIG OPTIMISTIS SEMESTER II 2026, INFRASTRUKTUR DAN HILIRISASI JADI PENOPANG

Published On

08 September 2026

Related Stocks

Latest update: 01-09-2026, 04:30:pm

25056466

IQPlus, (8/9) - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) optimistis prospek penjualan pada semester II 2026 tetap positif seiring pemulihan permintaan semen nasional. Peningkatan aktivitas konstruksi, pembangunan infrastruktur, investasi industri, dan hilirisasi menjadi sejumlah faktor yang diharapkan menopang permintaan.

Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra mengatakan tren pemulihan pasar domestik telah terlihat pada semester I 2026 dan memberikan ruang bagi perseroan untuk mempertahankan pertumbuhan hingga akhir tahun.

Optimisme tersebut disampaikan dalam Paparan Publik Live 2026 yang diselenggarakan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (8/9/2026).

Pada semester I 2026, volume penjualan SIG mencapai 18,28 juta ton, tumbuh 5,6% yoy. Penjualan domestik menjadi kontributor utama dengan volume 14,18 juta ton, meningkat 9,7% yoy.

Kinerja penjualan tersebut mendorong pendapatan perseroan naik 13,1% yoy menjadi Rp17,65 triliun. EBITDA tercatat Rp2,15 triliun, tumbuh 2,6% yoy.

SIG juga membukukan laba bersih Rp207 miliar atau tumbuh 445,9% yoy. Sementara laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp228 miliar, meningkat 471% yoy.

Untuk memperkuat pasar, SIG kembali menghidupkan merek Semen Kujang yang merupakan merek semen pertama di Jawa Barat. Perseroan juga menggandeng PERSIB Bandung sebagai Official Cement Partner untuk memperluas jangkauan pasar ritel di Jawa Barat.

Di segmen produk, SIG menawarkan berbagai semen hijau rendah emisi yang disesuaikan dengan kebutuhan proyek. Produk tersebut antara lain PwrPro, DuPro+ SBC, DuPro+ LH, dan MaxStrength Pro.

Perseroan juga mengembangkan produk beton inovatif, seperti ThruCrete, SpeedCrete, DekoCrete, dan paving block berpori. Produk Bata Interlock Presisi turut dikembangkan untuk mendukung kebutuhan konstruksi yang mengedepankan kecepatan, efisiensi, kualitas, dan keberlanjutan.

Untuk memperluas pasar non-semen, SIG terus memperkenalkan portofolio Total Building Solutions melalui berbagai pameran, termasuk IndoBuildTech Expo dan Danantara Housing Expo.

Selain memperkuat penjualan, perseroan mengoptimalkan digitalisasi dan artificial intelligence (AI) dalam pengelolaan rantai pasok. Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan efektivitas distribusi dan memastikan ketersediaan produk di berbagai wilayah.

Indrieffouny mengatakan SIG memiliki fondasi bisnis yang kuat berkat ekosistem terintegrasi dan jaringan distribusi yang luas.

"Dengan ekosistem bisnis terintegrasi dan jaringan distribusi yang luas, SIG memiliki fondasi yang kuat untuk mendorong kinerja penjualan dan mencapai pertumbuhan bisnis yang profitable," ujarnya.

SIG saat ini memiliki pabrik semen terintegrasi di 10 lokasi, pabrik pengemasan di 26 lokasi, enam pabrik penggilingan semen, dan tujuh pelabuhan. Jaringan tersebut diperkuat lebih dari 300 distributor di Indonesia dan Vietnam serta lebih dari 63.000 toko ritel di Indonesia.

Dengan basis operasional tersebut, SIG menargetkan pemulihan permintaan semen dan pertumbuhan aktivitas konstruksi menjadi katalis bagi kinerja perseroan pada paruh kedua 2026. (end)