BCA Sekuritas
langen
Daily News

SIDO MUNCUL SIAPKAN CAPEX Rp150 MILIAR, FOKUS EFISIENSI DAN PEMELIHARAAN MESIN

Published On

09 September 2026

Related Stocks

Latest update: 26-08-2026, 09:10:am

25156521

IQPlus, (9/9) - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp120 miliar sampai dengan Rp150 miliar pada 2026. Hingga semester I 2026, perseroan telah merealisasikan sekitar Rp24 miliar dari anggaran tersebut.

Direktur SIDO Budiyanto mengatakan, belanja modal tahun ini difokuskan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan pemeliharaan mesin. Perseroan tidak mengalokasikan capex untuk menambah kapasitas produksi karena tingkat utilisasi pabrik masih berada di kisaran 50%-55%.

"Kami gunakan dana (capex) itu untuk efisiensi dan pemeliharaan mesin. Tidak ada untuk peningkatan kapasitas, semuanya masih cukup karena utilisasi kita baru sekitar 50% hingga 55%," kata Budiyanto dalam acara Public Expose Live 2026, Rabu (9/9).

Menurut dia, kondisi kapasitas produksi yang masih memadai membuat SIDO lebih memilih mengoptimalkan fasilitas yang telah dimiliki. Dengan demikian, belanja modal diarahkan untuk menjaga keandalan mesin sekaligus mendukung efisiensi proses produksi.

Dari sisi keuangan, posisi kas SIDO tetap kuat. Per 30 Juni 2026, perseroan mencatat kas sebesar Rp476 miliar, meningkat tipis dibandingkan posisi akhir tahun buku 2025 sebesar Rp463 miliar.

Posisi kas tersebut tetap terjaga meskipun SIDO telah mengembalikan sekitar Rp1,41 triliun kepada pemegang saham melalui pembagian dividen dan pelaksanaan pembelian kembali saham. Perseroan juga mempertahankan neraca tanpa utang.

Di tengah strategi efisiensi, SIDO terus mendorong inovasi produk sebagai salah satu sumber pertumbuhan. Produk C+Collagen dan minuman Ready-to-Drink (RTD) berkembang menjadi sumber pertumbuhan baru bagi perseroan.

Penerimaan konsumen terhadap produk-produk tersebut turut diperkuat melalui peluncuran varian baru Alang Sari Cooling Water. Inovasi tersebut diharapkan memperkuat kontribusi segmen Makanan dan Minuman sekaligus memperluas relevansi produk SIDO, khususnya di kalangan konsumen muda.

Selain inovasi produk, ekspansi pasar internasional menjadi bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang perseroan. Penjualan ekspor inti di luar produk minyak atsiri tumbuh 28% secara tahunan.

Kontribusi penjualan internasional juga meningkat menjadi sekitar 13% dari total penjualan SIDO, dibandingkan sekitar 10% pada tahun sebelumnya. Saat ini, produk-produk SIDO telah menjangkau 34 negara.

Pertumbuhan ekspor tersebut antara lain ditopang oleh pasar utama seperti Malaysia, Filipina, dan Nigeria. Perseroan pun terus mengembangkan pasar internasional sebagai salah satu pilar pertumbuhan struktural di tengah upaya mempertahankan efisiensi operasional dan kekuatan neraca. (end)