BCA Sekuritas
langen
Daily News

RI-SINGAPURA PERKUAT KERJA SAMA INVESTASI HINGGA ENERGI HIJAU

Category

Business Economics

Published On

09 June 2026

15951737

IQPlus (9/6) - Pemerintah Indonesia dan Singapura memperkuat kerja sama ekonomi di bidang investasi, ekonomi digital, hingga energi hijau.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, Airlangga mengatakan kerja sama itu dilakukan di kawasan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) yang menjadi salah satu fokus utama kolaborasi ekonomi kedua negara.

"Kerja sama di BBK pada 2025 mencatat investasi sebesar 5,7 miliar dolar AS dan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya," ujarnya.

Dikatakannya, komitmen kerja sama Indonesia dan Singapura tersebut telah ditegaskan dalam Pertemuan Menteri ke-16 Six Bilateral Economic Working Groups Ministerial Meeting (6WG MM) yang digelar di Jakarta, Selasa (9/6).

Pertemuan itu dipimpin bersama oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Wakil Perdana Menteri Singapura merangkap Menteri Perdagangan dan Industri Gan Kim Yong.

Airlangga mengatakan, pengembangan kawasan perdagangan bebas (free trade zone/FTZ) Batam juga terus diperluas dengan cakupan wilayah yang bertambah dari delapan menjadi 22 pulau. Selain itu, Nongsa Digital Park akan terus dikembangkan untuk mendukung ekspansi ekonomi digital.

Di sektor industri, Airlangga menyampaikan pengembangan tahap kedua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal akan diperluas sekitar 1.000 hektare guna mendorong investasi dan penciptaan lapangan kerja.

Sementara pada sektor ekonomi hijau, kedua negara mencatat kemajuan melalui pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) hasil kerja sama Sembcorp dan PT Sumber Energi Surya Nusantara (SESNA).

Proyek yang ditargetkan ramping tahun depan tersebut akan menjadi salah satu proyek PLTS skala utilitas terbesar di Indonesia dengan kapasitas 200 megawatt (MW) yang dilengkapi sistem penyimpanan energi baterai berkapasitas 80 megawatt hour (MWh).

Dalam pernyataan bersama, kedua negara menyebut kawasan BBK tengah diarahkan menjadi pusat ekonomi digital regional melalui berbagai investasi pusat data yang sedang berjalan.

Beberapa proyek yang tengah dikembangkan antara lain ekspansi KEK Nongsa, investasi pusat data oleh DayOne dan PT Equator Gate System di Batam, serta DCI Indonesia di Bintan.

"Untuk memperkuat kerja sama tersebut, Indonesia dan Singapura akan melakukan studi bersama mengenai sektor teknologi di kawasan BBK guna mengidentifikasi peluang baru dan menyusun rekomendasi konkret untuk mendorong pertumbuhan kawasan," jelas Menko.

Sementara, Gan Kim Yong mengatakan Singapura tetap menjadi mitra ekonomi strategis Indonesia di tengah perubahan lanskap ekonomi global dan meningkatnya ketegangan geopolitik.

Menurut dia, kawasan BBK menunjukkan momentum pertumbuhan yang kuat melalui berbagai investasi baru dan rencana studi bersama di sektor teknologi.

"Investasi Singapura ke Indonesia tetap kuat pada 2025 dengan nilai sekitar 17,4 miliar dolar AS. Singapura tetap berkomitmen menjadi mitra yang bernilai dan dapat diandalkan bagi Indonesia," katanya.

Adapun di sektor pertanian, kedua negara juga akan memulai Program Pengembangan Petani Muda pada Juni 2026 guna memperkuat kolaborasi dalam bidang teknologi pertanian (agri-tech). (end/ant)