PTBA OPTIMALKAN LAHAN PASCATAMBANG UNTUK BISNIS PLTS
Share via
Published On
07 September 2026
Related Stocks
Latest update: 01-09-2026, 09:10:am
25025126
IQPlus, (8/9) - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengembangkan optimalisasi lahan pascatambang yang telah direklamasi menjadi bisnis sektor energi terbarukan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan aset dan menciptakan sumber pertumbuhan baru.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTBA Una Lindasari mengatakan perseroan tengah menjajaki pengembangan PLTS bersama PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) di berbagai aset dan lokasi yang dimiliki PTBA, termasuk di sekitar area operasional perseroan.
"Pengembangan PLTS tersebut mencakup berbagai potensi aset dan lokasi yang dimiliki perseroan, termasuk pemanfaatan lahan pascatambang yang telah direklamasi," kata Una dalam webinar Public Expose Live 2026 yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin.
Una mengatakan hingga saat ini, total portofolio PLTS PT Bukit Asam telah mencapai sekitar 1,2 megawatt peak (MWp). Kerja sama dengan Pertamina NRE menjadi salah satu langkah perseroan untuk memperluas portofolio energi terbarukan sekaligus mengoptimalkan aset yang dimiliki.
Menurut Una, pengembangan PLTS tidak hanya diarahkan untuk mendukung transisi energi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi PTBA untuk menciptakan sumber pertumbuhan baru di tengah perubahan lanskap energi dan industri.
"Kerja sama ini menjadi bagian dari strategi PTBA dalam mengoptimalkan aset, memperkuat portofolio energi terbarukan, mendukung transisi energi, serta menciptakan sumber pertumbuhan baru," ujarnya.
Ke depan, PTBA akan terus mengidentifikasi berbagai proyek potensial, baik di bidang energi terbarukan, hilirisasi, optimalisasi aset dan lahan pascatambang, maupun bidang bisnis potensial lainnya.
Perseroan akan mengkaji setiap proyek secara selektif dengan mempertimbangkan aspek keekonomian, kesiapan teknologi, kepastian pasar, kebutuhan investasi, serta potensi sinergi dengan bisnis PTBA.
Langkah selektif tersebut dilakukan agar pengembangan bisnis baru tetap memberikan nilai tambah dan tidak mengorbankan kesehatan bisnis perseroan. PTBA juga tetap menempatkan bisnis batu bara sebagai kekuatan utama perusahaan. (end)
Related Research
News Related
