PT TIMAH DUKUNG GELARAN CANTABILE KE PANGGUNG ASIA
Share via
Published On
16 September 2026
Related Stocks
Latest update: 15-09-2026, 09:20:am
25835316
IQPlus, (16/9) - Kesempatan generasi muda Bangka Belitung untuk memperkenalkan kekayaan seni dan budaya daerah ke panggung internasional kembali terbuka. PT TIMAH (Persero) Tbk turut mendukung Cantabile Musik Bangka yang akan mengikuti Rising Stars Festival 2026 by Asia All Star Festival di Zhengzhou, China, pada 16-19 Oktober 2026.
Dukungan dari PT TIMAH menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan potensi generasi muda, khususnya di bidang seni, sekaligus membuka ruang bagi mereka untuk memperkenalkan identitas musik Melayu Bangka kepada masyarakat internasional.
Dalam ajang tersebut, Cantabile Musik Bangka akan mengusung konsep artistik "Harmony of Nusantara: Malay Rhythms from Bangka to Asia". Konsep ini mengangkat kekayaan musik Melayu Bangka dan keberagaman musik Nusantara melalui perpaduan instrumen tradisional dengan pendekatan musikal kontemporer.
Founder Cantabile Music, Alfris Sarwinto, mengatakan keikutsertaan dalam festival internasional tersebut menjadi kesempatan penting bagi para siswa dan pelatih untuk membawa nama Bangka Belitung melalui musik.
"Kami membawa siswa dan pelatih untuk mengangkat kekayaan Bangka Belitung melalui musik. Jadi bukan hanya tampil, tetapi kami tampil mengenalkan identitas daerah kita di tingkat internasional," kata Alfris.
Dalam penampilannya, Cantabile akan membawakan komposisi musik daerah Bangka yang terinspirasi dari lagu "Gajah Manunggang". Pertunjukan tersebut akan menggunakan instrumen tradisional, di antaranya dambus dan talempong, yang dipadukan dengan aransemen musik kekinian.
Identitas daerah juga akan diperkuat melalui penggunaan busana tradisional Bangka Belitung saat tampil di panggung internasional.
Alfris mengatakan dukungan PT TIMAH terhadap Cantabile juga telah dirasakan sebelumnya ketika mereka mengikuti ajang di Singapura. Ia menilai dukungan PT TIMAH tidak hanya membantu dari sisi keikutsertaan dalam festival, tetapi juga menjadi bentuk perhatian terhadap pengembangan seni dan pendidikan musik di Bangka Belitung.
"Waktu ke Singapura kami mendapat dukungan dari PT TIMAH. Ini yang kedua. Kalau saya menerima manfaatnya langsung, kita tahu bukti nyatanya bahwa PT TIMAH mendukung musik, seni, dan pendidikan," ujar Alfris.
Ia berharap semakin banyak pihak memberikan dukungan terhadap generasi muda dan perkembangan seni musik di Bangka Belitung. Menurutnya, banyak anak memiliki potensi untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional, namun kesempatan tersebut kerap terkendala biaya.
"Harapannya banyak support dari teman-teman seniman di Babel, khususnya musik, karena belum banyak yang memperhatikan. Kami ingin membuka jaringan nasional dan internasional, karena banyak siswa yang punya potensi tetapi tidak semua orang mampu mendukung dari sisi pembiayaan," katanya. (end)
Related Research
News Related
