BCA Sekuritas
langen
Daily News

PERTAMINA TERUS PERKUAT PEMBERDAYAAN EKONOMI DI ACEH

Category

Business Economics

Published On

17 September 2026

25932883

IQPlus, (17/9) - Pertamina terus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat di Aceh melalui Rumah BUMN Pertamina Aceh Tamiang dan Aceh Timur. Kehadiran Rumah BUMN menjadi wadah pembinaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat kualitas dan daya saing produk, serta membuka akses terhadap pasar yang lebih luas.

Sejak mulai beroperasi, Rumah BUMN Pertamina Aceh Tamiang dan Aceh Timur secara kumulatif telah membina 1.013 pelaku UMKM. Dalam proses pembinaan tersebut, kedua Rumah BUMN telah menyelenggarakan 321 kegiatan pelatihan, memfasilitasi UMKM dalam 207 kegiatan pameran dan perluasan akses pasar, serta mendukung penerbitan 1.375 legalitas dan sertifikasi usaha.

Pembinaan dilakukan secara berkelanjutan dengan menyesuaikan kebutuhan dan tahapan perkembangan masing-masing UMKM. Mulai dari peningkatan kompetensi dan pengelolaan usaha, penguatan branding dan kemasan, pemasaran digital, pemenuhan legalitas dan sertifikasi, hingga fasilitasi promosi dan partisipasi dalam berbagai kegiatan pemasaran.

Dari ekosistem pembinaan tersebut, sejumlah UMKM lokal terus menunjukkan perkembangan. Di antaranya Nalura & Co, Madu Lusera, dan Sahada, tiga UMKM unggulan asal Aceh Tamiang dan Aceh Timur yang mengembangkan potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi.

Nalura & Co mengembangkan kerajinan anyaman pandan dengan mengangkat kearifan lokal dan budaya Aceh. Usaha yang dirintis sejak 2017 tersebut berangkat dari pemanfaatan pandan lokal yang kemudian diolah menjadi berbagai produk kerajinan.

Dalam perjalanannya, Nalura & Co terus melakukan pengembangan, baik dari sisi pengelolaan usaha, identitas produk, pemasaran, maupun pemanfaatan kanal digital. Jika sebelumnya produk yang dihasilkan masih didominasi anyaman dengan pemasaran yang relatif sederhana, kini Nalura & Co telah mengembangkan beragam produk, mulai dari tikar dan sajadah pandan, ambal, sarung bantal, alas duduk, wall decor, tempat tisu, tempat botol air mineral, hingga berbagai produk fesyen dan kebutuhan sehari-hari berbahan anyaman.

Melalui pendampingan Rumah BUMN Pertamina, Nalura & Co mendapatkan penguatan pada aspek branding, pemasaran, digitalisasi, serta pengembangan produk. Pendampingan tersebut turut mendorong pelaku usaha untuk tidak hanya berfokus pada proses produksi, tetapi juga membangun identitas merek dan mengemas nilai budaya lokal sebagai keunggulan produk.

Inovasi produk juga terus didorong agar kerajinan berbahan pandan dapat mengikuti kebutuhan dan selera konsumen. Dengan demikian, produk anyaman tradisional tidak hanya dipertahankan nilai budayanya, tetapi juga dikembangkan menjadi produk yang lebih fungsional dan relevan dengan pasar saat ini.

"Bagi kami, Rumah BUMN bukan hanya tempat mendapatkan informasi, tetapi juga ruang untuk berdiskusi dalam mengembangkan usaha. Kami semakin memahami bahwa untuk naik kelas, UMKM harus terus belajar dan beradaptasi, mulai dari produk, branding, pemasaran hingga pemanfaatan digital. Kami juga menjadi lebih percaya diri mengembangkan Nalura & Co karena memiliki tempat untuk berkonsultasi ketika menghadapi kendala atau ingin mencoba sesuatu yang baru," ujar Ratna Dewi, pemilik Nalura & Co. (end)