BCA Sekuritas
langen
Daily News

PERLUAS EKOSIStEM TRANSAKSI DIGITAL BANK JATIM INCAR PELUANG PASAR BARU

Published On

09 September 2026

Related Stocks

Latest update: 01-07-2026, 05:14:pm

25144064

IQPlus, (9/9) - Menghadapi tantangan pengetatan likuiditas dan kontraksi Transfer ke Daerah, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) memperkuat sumber dana murah (CASA) melalui akselerasi transaksi digital dan perluasan ekosistem bisnis.

Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, menjelaskan bahwa penguatan ekosistem digital dijadikan entry point utama untuk memperluas akuisisi nasabah sekaligus mengurangi ketergantungan pada sumber dana tertentu. Langkah strategis ini direalisasikan melalui pengembangan aplikasi JConnect Mobile, transactional banking, hingga penambahan jaringan Agen Laku Pandai, ATM, dan CRM.

"Selain infrastruktur digital, perseroan memperluas kolaborasi berbasis ekosistem bersama mitra bisnis serta menggelar program pemasaran seasonal. Langkah terintegrasi ini ditujukan untuk menjaga keseimbangan likuiditas bank secara berkelanjutan,"kata Winardi, dalam Public Expose Live 2026, Rabu (9/9).

Sebagai informasi, Bank Jatim mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan konsolidasi yang solid hingga Triwulan II-2026. Laba bersih konsolidasi perseroan melesat 53,4% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi sekitar Rp1,2 triliun.

Direktur Keuangan & Tresuri Bank Jatim, Wahyukusumo Wisnubroto, mengungkapkan dalam kegiatan Public Expose 2026 bahwa pencapaian ini didorong oleh pertumbuhan aset produktif dan hasil dari pembentukan Kelompok Usaha Bank (KUB). Total aset konsolidasi Bank Jatim tumbuh 37,16% yoy mencapai Rp162 triliun, didukung penyaluran kredit konsolidasi sebesar Rp111 triliun yang naik 41,68% yoy.

Selain itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) konsolidasi terimpun sebesar Rp120 triliun atau naik 31,47% yoy. Lonjakan operasional ini mendorong pendapatan bunga bersih perseroan naik 39,5% yoy menjadi sekitar Rp4,6 triliun. Secara bank only hingga Juli 2026, Bank Jatim juga membukukan laba bersih Rp802 miliar di tengah strategi rebalancing bisnis. (end)