BCA Sekuritas
langen
Daily News

PENUHI KETENTUAN FREE FLOAT, BCIC BUKA OPSI INVESTOR STRATEGIS DAN RIGHTS ISSUE

Published On

16 September 2026

Related Stocks

Latest update: 28-07-2026, 11:50:am

25850426

IQPlus, (16/9) - PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC) menyampaikan penjelasan resmi terkait rencana pemenuhan porsi kepemilikan saham publik atau free float. Surat tanggapan bernomor 15.04/S.Dir-CSD/JTRUST/IX/2026 tersebut dikirimkan oleh manajemen perseroan pada 15 September 2026 sebagai respons atas surat permintaan penjelasan dari BEI.

Manajemen Bank JTrust mencatat adanya tren kenaikan bertahap pada porsi saham free float perseroan. Porsi saham publik yang berada di level 7,75 persen pada Oktober 2025 meningkat menjadi 12,56 persen per 30 Juni 2026, dan kembali naik mencapai 13,74 persen pada akhir Agustus 2026. Penjelasan ini disampaikan untuk memperlihatkan komitmen perseroan dalam memenuhi ketentuan batas minimum free float sebesar 15 persen sesuai aturan Bursa.

Dalam keterangannya, Bank JTrust menjelaskan sejumlah kendala yang dihadapi dalam mempercepat pemenuhan ketentuan tersebut. Sentimen makroekonomi dan dinamika pasar modal saat ini dinilai membuat pelaku pasar cenderung mengambil sikap wait-and-see terhadap sektor perbankan.

Manajemen menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menentukan momentum dan valuasi pelepasan saham guna menjaga daya serap pasar serta mencegah penurunan harga saham yang dapat mendilusi pemegang saham eksisting. Selain faktor pasar, perseroan juga menyoroti riwayat dilusi porsi free float yang terjadi pada tahun 2022 lalu.

Kala itu, Pemegang Saham Utama melakukan injeksi modal dalam jumlah besar melalui Dana Setoran Modal (DSM) demi memenuhi ketentuan Modal Minimum Rp3 triliun dari OJK. Injeksi modal tersebut tidak sepenuhnya diikuti oleh pemegang saham publik saat pelaksanaan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue, sehingga porsi free float mengalami penurunan.

Guna mencapai target 15 persen, Bank JTrust telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Manajemen berencana mengintegrasikan skenario pemenuhan free float ini ke dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) 2027-2029. Langkah ini diambil untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi pasar modal dapat berjalan seiring dengan stabilitas serta rasio kesehatan permodalan bank secara berkelanjutan.

Perseroan bersama Pemegang Saham Pengendali juga terus membuka opsi untuk menarik investor strategis. Skema penerimaan investor strategis tersebut ditargetkan dapat dilakukan baik secara langsung maupun melalui aksi korporasi rights issue. Di samping itu, komunikasi yang intensif dengan para pelaku pasar dan calon investor terus dijalankan untuk menjaga momentum peningkatan saham publik.

Menutup keterangannya, Direksi Bank JTrust memohon kebijaksanaan dari BEI berupa fleksibilitas tenggat waktu dan masa transisi. Kebijaksanaan tersebut dinilai penting mengingat perseroan harus menyeimbangkan penyesuaian antara regulasi sektor perbankan dari OJK dan regulasi pasar modal. Surat penjelasan resmi tersebut ditandatangani oleh Helmi A. Hidayat dan Felix I. Hartadi selaku Direktur Bank JTrust. (end)