BCA Sekuritas
langen
Daily News

PENJUALAN LAHAN 58 HEKTARE, AKRA GENJOT JIIPE JADI SUMBER PENDAPATAN BERULANG

Published On

08 September 2026

Related Stocks

Latest update: 29-07-2026, 03:30:pm

25034114

IQPlus, (8/9) - PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) melihat Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated Industrial and Port Estate (KEK JIIPE) semakin berperan dalam memperkuat pertumbuhan bisnis perseroan. Kawasan industri terintegrasi tersebut tidak hanya memberikan kontribusi dari penjualan lahan, tetapi juga mendorong pendapatan utilitas serta aktivitas pelabuhan.

Hal tersebut disampaikan Presiden Direktur AKR Corporindo Haryanto Adikoesoemo dalam Public Expose Live 2026 yang diselenggarakan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Menurut Haryanto, keberadaan JIIPE memperluas kapabilitas AKRA dari sebelumnya sebagai penyedia rantai pasok menjadi bagian dari ekosistem industri terintegrasi.

JIIPE mengintegrasikan lokasi industri dengan pelabuhan laut dalam, pasokan listrik, air, gas, serta berbagai layanan pendukung dalam satu kawasan. Integrasi tersebut memberikan efisiensi bagi tenant mulai dari tahap pembangunan hingga kegiatan produksi dan pengangkutan kargo.

Pada semester I 2026, JIIPE mencatat penjualan lahan sekitar 58 hektare kepada perusahaan kimia dan perusahaan manufaktur kaca asal China serta perusahaan pengolahan gandum dalam negeri.

Selain penjualan lahan, kinerja utilitas JIIPE juga menunjukkan pertumbuhan. Pendapatan utilitas meningkat 37% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, terutama didorong oleh meningkatnya kebutuhan listrik, air, dan pengolahan air limbah dari para tenant.

Peningkatan aktivitas tersebut turut mengerek kontribusi segmen kawasan industri terhadap laba kotor AKRA menjadi 26% pada semester I 2026, naik dari 19% pada semester I 2025.

Bertambahnya jumlah tenant juga memberikan dampak terhadap lini bisnis lainnya. Aktivitas industri di dalam kawasan mendorong kegiatan pelabuhan sekaligus menciptakan permintaan jangka panjang terhadap utilitas dan berbagai layanan kawasan. Kondisi tersebut mendukung transformasi JIIPE menuju sumber pendapatan yang semakin berulang bagi AKRA.

Siapkan Infrastruktur LNG

Seiring bertambahnya aktivitas industri di JIIPE, AKRA juga mempersiapkan solusi energi yang disesuaikan dengan kebutuhan tenant.

Bersama mitra strategis, perseroan mengembangkan infrastruktur liquefied natural gas (LNG) dan floating storage and regasification unit (FSRU) untuk mendukung pasokan gas bagi kawasan industri tersebut.

FSRU yang dikembangkan dirancang memiliki kapasitas penyimpanan mencapai 170.000 meter kubik dan akan terhubung dengan terminal LNG berkapasitas hingga 4 juta ton per tahun (MTPA).

Proyek tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada semester II 2029.

Selain infrastruktur gas dan LNG, AKRA juga mengembangkan layanan energi lainnya, termasuk penyediaan listrik dan energi surya.

Pengembangan berbagai pilihan energi tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan memperluas solusi energi bagi pelanggan JIIPE secara bertahap. AKRA menekankan pengembangan dilakukan berdasarkan kebutuhan pelanggan yang jelas serta kelayakan investasi.

Dengan bertambahnya tenant, peningkatan kebutuhan utilitas, aktivitas pelabuhan, serta persiapan infrastruktur energi, JIIPE diarahkan untuk terus memperkuat perannya dalam ekosistem industri terintegrasi sekaligus menjadi salah satu sumber pertumbuhan jangka panjang AKRA. (end)