BCA Sekuritas
langen
Daily News

MULTITREND INDO PERKUAT FUNDAMENTAL BISNIS DAN EFISIENSI LEWAT INTEGRASI SISTEM

Published On

18 September 2026

Related Stocks

Latest update: 08-09-2026, 03:40:pm

26053099

IQPlus, (18/9) - PT Multitrend Indo Tbk (kode saham BEI: BABY) terus memperkuat fundamental bisnisnya melalui integrasi proses kerja yang terstruktur dengan entitas anak usahanya, PT Emway Globalindo (EGI), pasca-akuisisi. Langkah strategis ini terbukti berhasil meningkatkan koordinasi antardivisi, mempercepat pemantauan operasional, serta memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kinerja keuangan Perseroan.

Keberhasilan integrasi ini didorong oleh penerapan kerangka kerja MTI x EGI Integration Beat Plan yang merancang dan memantau sebanyak 108 milestones di lima area utama, yaitu People, Systems, Legal, Strategic, dan E-Commerce. Seluruh aktivitas dipantau secara terpusat melalui satu dashboard guna memastikan setiap proses terhubung langsung dengan indikator operasional dan finansial perusahaan.

Chief Executive Officer (CEO) PT Multitrend Indo Tbk, Niraj Jain, menegaskan bahwa fokus utama Perseroan adalah memastikan integrasi memberikan dampak nyata pada operasional harian.

Menurutnya, penggabungan ini bukan sekadar menyatukan dua entitas, melainkan memastikan setiap fungsi berjalan efektif untuk berkontribusi pada efisiensi dan kinerja bisnis secara keseluruhan.

Hingga akhir kuartal kedua tahun 2026, integrasi MTI dan EGI telah mencapai 56% penyelesaian dengan 61 tugas terselesaikan dan 20 tugas sedang berjalan tanpa adanya kendala berarti. Peningkatan ini tecermin dari capaian Service Level Agreement (SLA) operasional yang membaik, di mana Overall SLA naik menjadi 94,80%, Finance SLA mencapai 78,89%, serta Distribution dan Warehouse SLA masing-masing menyentuh angka di atas 98%.

Dari sisi efisiensi modal kerja, Perseroan berhasil memangkas Cash Conversion Cycle (CCC) sebanyak 29 hari dari 213 hari menjadi 184 hari. Selain itu, Inventory Days juga mengalami penurunan dari 226 hari menjadi 214 hari, yang pada akhirnya memperkuat posisi kas bersih MTI hingga mencapai Rp32,68 miliar pada akhir Juni 2026.

Dampak positif integrasi ini turut mendorong pertumbuhan penjualan konsolidasian MTI pada kuartal kedua 2026 menjadi Rp458,97 miliar, naik 17% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan 8% di atas anggaran. Khusus untuk bisnis distribusi gabungan MTI dan EGI, penjualan bersih tercatat tumbuh 28% secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp241,8 miliar dengan Cash Margin naik 44% mencapai Rp85,3 miliar.

Seiring dengan kenaikan pendapatan dan efisiensi operasional, laba operasional (Operating Profit) Perseroan melesat hingga 270,9% menjadi Rp12,18 miliar. MTI optimistis kerangka kerja integrasi yang telah dibangun ini dapat diterapkan kembali pada agenda ekspansi dan transformasi bisnis di masa mendatang guna menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan. (end)