MENPERIN : RI PUNYA MODAL KUAT BANGUN INDUSTRI EV SECARA UTUH
Share via
Category
Business Economics
Published On
03 September 2026
24549352
IQPlus, (3/9) - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan Indonesia memiliki modal yang kuat untuk membangun industri kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) secara utuh dari hulu hingga hilir.
Menurut dia, potensi tersebut perlu diperkuat melalui investasi yang tidak hanya berfokus pada produksi kendaraan, tetapi juga terintegrasi dengan seluruh rantai pasok industri nasional.
"Indonesia memiliki modal yang kuat untuk membangun mata rantai industri kendaraan listrik secara utuh dari hulu hingga hilir, mulai dari industri pengolahan bahan baku, manufaktur baterai dan battery pack, manufaktur kendaraan listrik, pengembangan pasar domestik, hingga industri daur ulang baterai," kata Agus dalam peresmian fasilitas produksi BYD di Subang, Jawa Barat, Kamis.
Pemerintah berharap investasi BYD di Indonesia terus berkembang sehingga menjadi bagian penting dalam ekosistem industri kendaraan listrik nasional yang semakin terintegrasi.
Menurut dia, keputusan BYD membangun fasilitas produksi di Jawa Barat merupakan langkah yang tepat mengingat provinsi tersebut menjadi salah satu basis industri terbesar di Indonesia.
Selain itu, ia menilai peresmian fasilitas produksi BYD berlangsung di tengah pertumbuhan positif pasar kendaraan listrik nasional. Hingga April 2026, populasi kendaraan listrik di Indonesia telah mencapai 468.231 unit, terdiri atas 242.909 unit kendaraan roda dua dan 223.100 unit kendaraan roda empat.
Tren tersebut juga tercermin pada penjualan kendaraan roda empat nasional. Selama semester I 2026, penjualan Battery Electric Vehicle (BEV) mencapai 70.095 unit dengan pangsa pasar 16,06 persen, sedangkan Hybrid Electric Vehicle (HEV) mencatatkan penjualan 40.405 unit atau menguasai pangsa pasar 9,26 persen.
Selain itu, dalam waktu yang relatif singkat, BYD juga menunjukkan pertumbuhan signifikan di pasar Indonesia. Berdasarkan data GAIKINDO, sepanjang 2024 hingga semester I 2026, perusahaan tersebut telah membukukan penjualan sebanyak 93.869 unit kendaraan.
Produk-produk BYD yang dipasarkan di Indonesia juga telah memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) berkisar antara 40,8 persen hingga 47 persen.
Capaian tersebut menempatkan BYD sebagai pemimpin pasar kendaraan bermotor listrik berbasis baterai roda empat di Indonesia dengan pangsa pasar mencapai 43,2 persen.
Meski demikian, Pemerintah menegaskan keberhasilan di pasar domestik harus diikuti dengan penguatan basis manufaktur di dalam negeri. (end)
Related Research
News Related
