BCA Sekuritas
langen
Daily News

MAYBANK BIDIK PEMBIAYAAN BERKELANJUTAN 73 MILIAR DOLAR PADA 2030

Published On

30 June 2026

Related Stocks

Latest update: 31-07-2025, 09:10:am

18124100

IQPlus, (1/7) - Maybank Group menargetkan untuk dapat mobilisasi pembiayaan berkelanjutan sebesar 73 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar 300 miliar ringgit Malaysia (RM) hingga 2030 di kawasan Asia Tenggara.

President & Group CEO Maybank Group Dato' Sri Khairussaleh Ramli menyampaikan bahwa Maybank terus mendukung nasabah untuk mengubah tantangan transisi menjadi peluang.

"Sebagai salah satu grup jasa keuangan di ASEAN, kami berkomitmen mendukung transisi yang bertanggung jawab dan terencana guna mendorong pertumbuhan jangka panjang serta memperkuat ketahanan ekonomi" kata Dato' dalam acara Maybank Indonesia Sustainable Finance Forum 2026 di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan target tersebut merupakan bagian dari komitmen Maybank untuk menjadikan keberlanjutan sebagai bagian dari strategi bisnis dalam menciptakan nilai jangka panjang, memperkuat ketahanan ekonomi, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat di seluruh ASEAN.

Sebelumnya pada 2025, Maybank Group telah memobilisasi pembiayaan berkelanjutan sekitar 43 miliar dolar AS, melampaui target yang telah ditetapkan. Menurut Dato', capaian tersebut mencerminkan semakin kuatnya momentum pembiayaan berkelanjutan di kawasan.

Ia mengatakan Maybank tidak hanya membiayai proyek-proyek hijau, tetapi juga mendukung sektor-sektor yang tengah bertransisi, termasuk industri beremisi tinggi, melalui peningkatan efisiensi, adopsi teknologi yang lebih bersih, serta penyusunan jalur transisi yang kredibel.

Selain mendorong agenda lingkungan dan tata kelola (ESG), Dato' mengatakan bahwa Maybank juga memperkuat aspek sosial melalui berbagai program pembiayaan dan pemberdayaan masyarakat.

Hingga 2025, inisiatif sosial Maybank telah menjangkau sekitar 1,5 juta penerima manfaat dan memobilisasi investasi berdampak sosial senilai sekitar 7 miliar dolar AS.

"Pencapaian tersebut didukung oleh pendekatan dua jalur, yaitu pembiayaan sosial (social financing) dan program pemberdayaan sosial (social empowerment) yang kami luncurkan tahun lalu," kata Dato'.

Ia memandang, Indonesia juga memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan berkelanjutan di ASEAN sebagai ekonomi terbesar di kawasan.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta diperlukan untuk mengubah arah kebijakan menjadi aksi nyata yang menghasilkan manfaat ekonomi bagi dunia usaha dan masyarakat.

Sementara itu, Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan mengatakan transisi menuju ekonomi rendah karbon semakin menjadi kebutuhan strategis bagi dunia usaha di tengah meningkatnya tuntutan dekarbonisasi, pengelolaan risiko iklim, dan target Net Zero Emission (NZE).

"Sebagai institusi keuangan yang berkomitmen mendukung agenda keberlanjutan melalui implementasi sustainable finance, kami mendorong pelaku industri untuk dapat mengelola risiko, menangkap peluang pertumbuhan, serta mengakses solusi pembiayaan yang mendukung transformasi bisnis berkelanjutan," kata dia.

Steffano memandang, investasi yang dilakukan dunia usaha untuk transisi hijau kini tidak lagi sekadar memenuhi kewajiban kepatuhan, tetapi telah menjadi kebutuhan nyata untuk menjaga keberlanjutan usaha sekaligus menciptakan nilai jangka panjang.

Ia mencatat, salah satu pendorong utama investasi transisi adalah meningkatnya tuntutan pasar global terhadap penerapan ESG. Kepatuhan terhadap standar tersebut dinilai semakin menentukan daya saing perusahaan, terutama bagi pelaku usaha yang berorientasi ekspor. (end/ant)