KEPALA BAPPENAS : DUNIA AKAN KESULITAN JIKA "GREEN JOB" TAK DIHASILKAN
Share via
Category
Business Economics
Published On
02 September 2026
24451421
IQPlus, (2/9) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy menyatakan dunia akan mengalami kesulitan jika green job (pekerjaan hijau) tidak segera dihasilkan.
"Kalau kita tidak hati-hati, tidak segera melahirkan green job lebih banyak, kita seluruh dunia akan mengalami kesulitan bersama," ungkapnya dalam Indonesia's Green Jobs Conference (IGJC) 2026 di Jakarta, Rabu.
Indonesia telah menetapkan arah transformasi hijau pada agenda pembangunan nasional, dengan menargetkan porsi energi baru dan terbarukan dalam bauran energi primer dari 20 persen pada 2025 menjadi 70 persen pada tahun 2045. Selisih 50 persen dari target tersebut dikatakan akan menciptakan lapangan kerja baru untuk kepentingan Indonesia maupun dunia.
Dalam pelaksanaan transformasi hijau, dimensi manusia dengan pekerjaan hijau menjadi salah satu elemen penting yang telah diidentifikasi akan berkembang. Pekerjaan hijau merupakan pekerjaan yang layak berkontribusi melestarikan atau memulihkan lingkungan melalui tugas atau keterampilan hijau, proses ramah lingkungan, atau produk/jasa hijau.
Lebih lanjut, pekerjaan hijau disebut sudah berkembang di sektor ekonomi, mulai dari sektor energi, manufaktur, kehutanan (terutama pertanian), dan juga berkaitan dengan berbagai pengelolaan pariwisata hingga ekonomi pesisir dan kelautan.
"Transformasi ini bukan sekedar mengubah tempat seseorang bekerja, melainkan juga mengubah bentuk pekerjaan, mengubah proses kerja, mengubah teknologi yang diterapkan, serta mengubah kompetensi yang dibutuhkan," ujar Kepala Bappenas.
Tercatat, tenaga kerja yang telah berkontribusi secara langsung pada pelestarian lingkungan berada pada 2,5 persen, sekitar 3,45 juta. Adapun tenaga kerja potensial hijau sebesar 36,5 persen atau 49,12 juta orang yang berpotensi beralih menuju pekerjaan hijau.
"Angka ini akan bisa ditingkatkan, bisa lebih luas dan bisa lebih banyak kalau kita punya kriteria baru. Orang yang bekerja di sektor pertanian, kehutanan, perikanan, itu sebagian bekerja di green job. Itu menurut pertimbangan saya. Mengapa? (Karena) semua pekerjaan yang menghasilkan emisi karbon rendah, menghasilkan konsumsi air rendah, menghasilkan dan menyerap energi yang hijau lebih banyak, maka itu masuk di dalam kategori green job," kata Menteri PPN.
Karena itu, pihaknya berupaya untuk membuat kriteria, indikator, hingga indeks baru mengenai pekerjaan hijau untuk kepentingan Indonesia. (end/ant)
Related Research
News Related
