KEMENPERIN PERKUAT PASAR INDUSTRI HALAL LEWAT INDO 2026
Share via
Category
Business Economics
Published On
21 September 2026
26337062
IQPlus, (21/9) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat pasar industri halal nasional melalui keikutsertaan dalam Halal Indonesia International Industry Expo (Halal Indo) 2026, yang digelar pada 24-27 September 2026 di Tangerang, Banten.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan pengembangan industri halal menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi pasar di dalam maupun luar negeri.
Oleh karena itu, menurut dia, dalam keterangan, yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin, penguatan ekosistem perlu dilakukan secara terintegrasi, mulai dari peningkatan kapasitas pelaku industri, fasilitasi sertifikasi, promosi produk hingga perluasan akses pasar.
Katanya pula, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi salah satu pusat industri halal dunia. Guna mewujudkan hal tersebut, industri halal nasional harus semakin produktif, inovatif, berdaya saing, serta mampu menghasilkan produk yang memenuhi kebutuhan dan standar pasar global.
"Halal Indo 2026 menjadi salah satu momentum untuk mempertemukan kekuatan industri dalam negeri dengan peluang pasar yang lebih luas," kata Menperin.
Menurut Agus, keikutsertaan Kemenperin dalam Halal Indo 2026 merupakan bagian dari upaya mempersiapkan industri halal nasional agar mampu bersaing dan menembus pasar global, sekaligus mendukung kebijakan pemerintah menjadikan Indonesia sebagai pusat industri halal dunia.
Halal Indo 2026 menempati area pameran seluas 12.740 meter persegi dengan target lebih dari 30 ribu pengunjung dan melibatkan lebih dari 400 pelaku usaha dari dalam dan luar negeri. Pameran mencakup sektor makanan dan minuman, farmasi dan obat tradisional, kosmetik dan lifestyle, keramik dan tableware, tekstil dan produk tekstil, barang gunaan, serta kawasan industri halal.
"Skala penyelenggaraan Halal Indo tahun ini menunjukkan besarnya peluang sekaligus tingginya perhatian terhadap industri halal. Hal ini perlu dimanfaatkan oleh pelaku industri nasional, khususnya industri kecil dan menengah, untuk memperluas jejaring bisnis, meningkatkan promosi, dan membuka akses terhadap calon pembeli potensial dari berbagai negara," ujar Menperin.
Sekretaris Jenderal Kemenperin Eko SA Cahyanto mengatakan Kemenperin membangun Paviliun Kementerian Perindustrian seluas 1.818 meter persegi yang terdiri atas main booth, 174 standard booth, area layanan halal oleh Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Kemenperin, layanan publik Biro Humas, serta showcase pemenang Indonesia Halal Industry Awards (IHYA).
"Antusiasme pelaku industri untuk berpartisipasi cukup tinggi. Sejak pendaftaran fasilitasi booth dibuka pada 25 Mei 2026, sebanyak 236 pelaku industri mendaftar. Melalui proses kurasi bersama unit pembina sektor, ditetapkan 174 peserta atau co-exhibitor Paviliun Kemenperin, yang terdiri atas 20 industri besar dan 154 industri kecil dan menengah," ungkap Eko.
Kemenperin juga menggandeng Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perdagangan untuk mendiseminasikan informasi peserta kepada perwakilan RI di luar negeri guna memperluas penjaringan potential buyers dari berbagai negara.
Selain pameran dan business meeting, Kemenperin menyelenggarakan IHYA 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem industri halal. Ajang tersebut menjaring 1.091 peserta, dengan 374 peserta lolos verifikasi dokumen dan self-assessment, kemudian 97 peserta mengikuti tahap penjurian.
Kemenperin juga menghadirkan showcase Produk Unggulan Dalam Negeri 2026 untuk mempertemukan produk yang telah memiliki sertifikat TKDN dan halal dengan peluang pasar. Eko menilai sinergi keduanya penting untuk memperluas pasar produk industri nasional.
"Sinergi antara pemenuhan TKDN dan sertifikasi halal menjadi penting untuk memperkuat daya saing produk industri dalam negeri. Produk kita tidak hanya perlu memiliki kandungan lokal yang kuat, tetapi juga harus mampu memenuhi standar dan kebutuhan konsumen. Dengan demikian, pasar produk industri dalam negeri dapat semakin luas, baik pada pengadaan pemerintah, pasar domestik, maupun pasar global," kata Eko. (end)
Related Research
News Related
