KEMENPERIN DAN KP2MI BUKA PELUANG SDM INDUSTRI BERKARIER DI LUAR NEGERI
Share via
Category
Business Economics
Published On
04 September 2026
24640637
IQPlus, (4/9) - Kementerian Perindustrian serius dalam upaya pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten dan berdaya saing global. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah mendukung program prioritas dan direktif Presiden Prabowo Subianto melalui SMK Go Global, yang diarahkan untuk meningkatkan daya saing SDM Indonesia melalui pendidikan dan pelatihan vokasi sekaligus membuka peluang bagi lulusan untuk berkompetisi di pasar kerja internasional.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, penguatan pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam mencetak SDM unggul yang mampu menjawab kebutuhan dunia industri, baik di dalam negeri maupun di tingkat global.
"Pendidikan vokasi adalah investasi untuk masa depan. Dengan SDM yang kompeten dan unggul, industri kita akan tumbuh lebih produktif, tangguh, dan berdaya saing global," ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (4/9).
Menurut Agus, peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat daya saing sektor industri nasional. Terlebih, transformasi industri dan perubahan kebutuhan pasar tenaga kerja berlangsung semakin cepat sehingga membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi teknis yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.
Sebagai langkah nyata mendukung SMK Go Global, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin menjalin kolaborasi dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI). Sinergi tersebut mengintegrasikan penguatan kompetensi teknis SDM dengan pembukaan akses terhadap peluang kerja di luar negeri.
Plt. Kepala BPSDMI Kemenperin Emmy Suryandari menyampaikan, kolaborasi kedua kementerian menjadi langkah strategis karena masing-masing memiliki peran yang saling melengkapi dalam mempersiapkan SDM Indonesia yang kompeten sekaligus memastikan penempatannya dilakukan secara aman dan terlindungi.
"Sinergi antara Kementerian Perindustrian dan KP2MI ini merupakan salah satu kolaborasi yang sangat ideal dan saling melengkapi. Kementerian Perindustrian dapat berperan dalam menyiapkan keterampilan dan kompetensi teknis atau hard skills SDM industri, sedangkan KP2MI berperan membuka akses pasar kerja, menempatkan lulusan, serta memberikan payung pelindungan bagi para pahlawan devisa," ungkap Emmy dalam Kick Off SMK Go Global di Jakarta.
Program SMK Go Global dirancang untuk menyiapkan lulusan SMK dan masyarakat umum agar memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja internasional. Dengan kompetensi tersebut, peserta diharapkan mampu bekerja di luar negeri secara aman, prosedural, kompeten, dan memiliki daya saing global.
Emmy mengapresiasi langkah dan komitmen KP2MI dalam memperkuat kualitas pekerja migran Indonesia, khususnya melalui transformasi dari tenaga kerja berkeahlian rendah menuju tenaga kerja terampil yang mempunyai kompetensi sesuai kebutuhan negara tujuan. (end)
Related Research
News Related
