KB BANK : ASET DAN PENDANAAN TUMBUH SOLID PADA SEMESTER I 2026
Share via
Published On
21 September 2026
Related Stocks
Latest update: 16-09-2026, 10:00:am
26327826
IQPlus, (21/9) - PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) terus memperkuat fundamental bisnis dan menjaga momentum transformasi pada Semester I 2026. Perkembangan tersebut tercermin dari pertumbuhan aset dan pendanaan, peningkatan dana murah (Current Account and Savings Account/CASA), pertumbuhan Net Interest Income (NII), perbaikan Net Interest Margin (NIM), serta peningkatan kualitas aset.
Dengan mengoptimalkan dukungan dan sinergi bersama KB Financial Group (KBFG), KB Bank terus memperkuat fundamental bisnis dan mengembangkan peluang pertumbuhan yang lebih terarah. Sinergi tersebut diwujudkan melalui penguatan kapabilitas bisnis serta dukungan dalam menghadirkan produk dan layanan yang relevan bagi kebutuhan nasabah.
Pada Semester I 2026, total aset KB Bank tumbuh 12,71% secara year-on-year (yoy) menjadi Rp86,11 triliun. Pertumbuhan aset tersebut sejalan dengan penguatan fungsi intermediasi dan pendanaan Bank.
Dari sisi intermediasi, total kredit yang disalurkan KB Bank mencapai Rp44,97 triliun atau tumbuh 4,38% yoy. Pertumbuhan kredit dilakukan secara selektif dengan tetap memperhatikan kualitas aset dan profil risiko Bank.
Sejalan dengan pertumbuhan aset dan kredit, KB Bank juga mencatatkan penguatan pada sisi pendanaan. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 12,44% yoy menjadi Rp45,57 triliun, sementara CASA meningkat 15,25% yoy menjadi Rp14,71 triliun. Pertumbuhan CASA tersebut turut meningkatkan rasio CASA KB Bank menjadi 32,27%, atau tetap berada di atas level 30%. Perkembangan ini mencerminkan upaya Bank untuk terus memperkuat kualitas dan efisiensi struktur pendanaan.
Penguatan struktur pendanaan dan pengelolaan aset yang semakin terarah juga tercermin pada pertumbuhan pendapatan bunga bersih. Net Interest Income (NII) KB Bank tumbuh 54,44% yoy menjadi Rp695 miliar pada Semester I 2026. Sejalan dengan pertumbuhan NII, Net Interest Margin (NIM) KB Bank meningkat menjadi 1,96% dari 1,33% pada Semester I 2025, menunjukkan perbaikan dalam pengelolaan earning assets dan struktur pendanaan Bank.
Di sisi kualitas aset, KB Bank terus melakukan pengelolaan dan perbaikan kualitas portofolio kredit secara konsisten. Hal ini tercermin dari Loan at Risk (LAR) yang membaik menjadi 21,93%, dibandingkan 24,45% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perbaikan tersebut menjadi bagian dari upaya Bank untuk menjaga pertumbuhan bisnis yang selektif dan terukur dengan tetap memperhatikan kualitas portofolio kredit.
Kunardy Darma Lie, Direktur Utama KB Bank mengatakan, kinerja Semester I 2026 mencerminkan konsistensi Perseroan dalam memperkuat fundamental bisnis dan membangun fondasi pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan di tengah dinamika industri perbankan.
"Kami terus memperkuat fundamental bisnis KB Bank melalui pertumbuhan yang terarah, penguatan struktur pendanaan, peningkatan kualitas aset, serta perbaikan kemampuan Bank dalam menghasilkan pendapatan. Setiap langkah strategis kami jalankan secara selektif dan terukur dengan tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, kualitas aset, dan keberlanjutan kinerja. Kami berharap penguatan fundamental ini dapat menjadi landasan bagi KB Bank untuk terus meningkatkan kontribusi kepada nasabah dan seluruh pemangku kepentingan," ujar Kurnady.
Ke depan, KB Bank akan melanjutkan fokus pada penguatan fundamental bisnis dengan menjaga pertumbuhan yang berkualitas, memperkuat struktur pendanaan, meningkatkan kualitas portofolio kredit, serta terus mengembangkan kapabilitas Bank untuk mendukung kebutuhan nasabah. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya KB Bank untuk membangun pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.
Laporan Keuangan KB Bank untuk Semester I 2026 telah melalui proses audit sebagai bagian dari kebutuhan proses pembentukan Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK) serta dalam rangka mendukung rencana penerbitan obligasi global KB Bank. Proses tersebut juga mencerminkan komitmen Bank terhadap transparansi, akuntabilitas, dan penyediaan informasi keuangan yang kredibel bagi seluruh pemangku kepentingan. (end)
Related Research
News Related
