KAMPUS DAN SMK KEMENPERIN UKIR PRESTASI GLOBAL
Share via
Category
Business Economics
Published On
11 September 2026
25351894
IQPlus, (11/9) - Kementerian Perindustrian terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) industri melalui penyelenggaraan pendidikan vokasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Upaya ini membuahkan berbagai prestasi membanggakan yang diraih mahasiswa dan siswa dari unit pendidikan Kemenperin, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, pengembangan SDM industri yang kompeten dan berdaya saing global menjadi salah satu fondasi penting untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
"Visi Indonesia Emas 2045 tidak hanya bisa dicapai dengan pembangunan infrastruktur atau investasi modal, tetapi juga harus ditopang oleh fondasi SDM Indonesia yang unggul, yaitu SDM yang menguasai teknologi, memahami proses industri, dan mampu beradaptasi terhadap perubahan yang cepat," kata Menperin dalam keterangannya, Jumat (11/9).
Menurut Agus, penguatan pendidikan vokasi juga merupakan bagian dari upaya Kemenperin mendukung prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas SDM nasional. Oleh karena itu, pendidikan vokasi industri terus diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga adaptif, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat global.
Dalam menyiapkan SDM industri tersebut, Kemenperin melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) menyelenggarakan pendidikan vokasi industri pada 11 politeknik, dua akademi komunitas, dan sembilan SMK. Setiap unit pendidikan memiliki spesialisasi dan kompetensi yang spesifik sehingga para lulusannya dibekali pengetahuan dan keterampilan yang mendalam serta relevan dengan kebutuhan industri.
Keunggulan pendidikan vokasi Kemenperin antara lain diwujudkan melalui penerapan dual system yang mengintegrasikan pembelajaran di satuan pendidikan dengan praktik langsung di industri. Pola ini ditujukan untuk menghasilkan SDM yang siap kerja dan memiliki keterampilan sesuai kebutuhan sektor industri.
Salah satu prestasi terbaru ditorehkan Politeknik ATI Makassar dengan meraih medali emas dan perak pada International Innovation and Invention Competition Through Exhibition (iCompEx) 2026 yang diselenggarakan Universiti Kebangsaan Malaysia dan Politeknik Sultan Abdul Halim Muadzam Shah pada Agustus 2026.
Medali emas diraih melalui inovasi bertajuk "RESCUE-SYNC AI: Next-Gen Autonomous Building Emergency Ecosystem" yang diketuai Hamdan Gani. Sementara itu, medali perak diperoleh melalui inovasi "UNIT SENSE AI: Smart AI Solution for Predictive Pump Maintenance & Utility Infrastructure" yang diketuai Muhammad Fadli Azis.
Tim yang terdiri atas dosen dan mahasiswa Program Studi Otomasi Sistem Permesinan (OSP) tersebut mewakili Politeknik ATI Makassar dalam kompetisi yang diikuti secara daring pada kategori Machines, Equipment & Manufacturing Processes. Kedua tim menampilkan inovasi berbasis teknologi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk menjawab tantangan di bidang keselamatan dan industri. (end)
Related Research
News Related
