JSMR ANDALKAN 1.294 KM JALAN TOL UNTUK PERKUAT PERTUMBUHAN BISNIS
Share via
Published On
09 September 2026
Related Stocks
Latest update: 22-07-2026, 04:11:pm
25143597
IQPlus, (9/9) - PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus mengoptimalkan skala jaringan dan portofolio jalan tol yang dimiliki untuk mendorong pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Hingga 30 Juni 2026, perseroan memiliki 36 konsesi dengan total panjang 1.736 kilometer (km). Dari jumlah tersebut, sekitar 1.294 km jalan tol telah beroperasi atau merepresentasikan sekitar 42% dari total jalan tol yang beroperasi di Indonesia.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan, skala jaringan tersebut menjadi salah satu kekuatan utama perseroan dalam mengembangkan bisnis secara terintegrasi.
"Kami melihat jaringan jalan tol sebagai sebuah network dengan value besar saat dikelola secara terintegrasi, yang dapat memperkuat hubungan antara pusat aktivitas ekonomi, kawasan industri, simpul logistik, maupun destinasi wisata, sehingga menciptakan peluang pertumbuhan baru di sepanjang jaringan," ujar Rivan dalam Public Expose Live 2026, Rabu (9/9/2026).
Menurut perseroan, pengelolaan jaringan sebagai satu kesatuan portofolio membuka peluang untuk meningkatkan utilisasi jaringan sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi di sepanjang koridor jalan tol.
Strategi tersebut tidak hanya diarahkan pada bisnis inti jalan tol, tetapi juga pengembangan berbagai sumber pertumbuhan baru. Jasa Marga mengembangkan ekosistem di sepanjang koridor jalan tol untuk menciptakan sumber nilai ekonomi baru dari aset yang dimiliki.
Salah satunya melalui pengembangan Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) melalui Travoy Rest. Perseroan memandang rest area tidak hanya sebagai fasilitas pendukung perjalanan, tetapi juga sebagai ruang aktivitas ekonomi, termasuk memperluas akses pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta produk lokal.
Selain itu, Jasa Marga mengembangkan sejumlah lini bisnis di luar bisnis utama, antara lain building management, advertising, utilitas, Transit Oriented Development (TOD), dan Toll Corridor Development (TCD).
Strategi optimalisasi aset tersebut berjalan seiring dengan kinerja positif perseroan. Pada Semester I 2026, Jasa Marga mencatat pendapatan usaha Rp10,31 triliun atau tumbuh 7,6% yoy. EBITDA meningkat 8,1% yoy menjadi Rp6,99 triliun, sedangkan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp1,91 triliun atau tumbuh 2% yoy.
Memasuki Semester II 2026, perseroan akan melanjutkan pengembangan portofolio dengan tetap menjaga disiplin alokasi modal dan kesehatan keuangan. (end)
Related Research
News Related
