JASA MARGA PERLUAS SUMBER PERTUMBUHAN MELALUI EKOSISTEM DAN TEKNOLOGI
Share via
Published On
09 September 2026
Related Stocks
Latest update: 22-07-2026, 04:11:pm
25143782
IQPlus, (9/9) - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperluas sumber pertumbuhan bisnis dengan mengembangkan ekosistem di sepanjang koridor jalan tol serta memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan.
Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan mengoptimalkan aset dan jaringan jalan tol yang dimiliki, sekaligus menciptakan sumber nilai ekonomi baru di luar bisnis inti.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan, perseroan melihat potensi pertumbuhan tidak hanya berasal dari bisnis jalan tol, tetapi juga dari berbagai aktivitas ekonomi yang berkembang di sepanjang koridor.
"Kami melihat setiap bagian dari koridor jalan tol memiliki potensi untuk menciptakan nilai. Rest area, misalnya, tidak hanya kami lihat sebagai fasilitas pendukung perjalanan, tetapi juga sebagai ruang yang dapat mempertemukan kebutuhan pengguna dengan aktivitas ekonomi masyarakat," ujar Rivan dalam Public Expose Live 2026, Rabu (9/9/2026).
Salah satu pengembangan yang dilakukan adalah transformasi Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) melalui Travoy Rest. Perseroan juga mengembangkan sejumlah lini bisnis prospektif seperti building management, advertising, utilitas, Transit Oriented Development (TOD), dan Toll Corridor Development (TCD).
Pengembangan ekosistem tersebut diperkuat melalui pemanfaatan teknologi. Jasa Marga mengoperasikan Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) sebagai pusat integrasi pengelolaan informasi lalu lintas dan kondisi jalan secara real-time.
Sementara itu, aplikasi Travoy dikembangkan untuk mengintegrasikan berbagai kebutuhan perjalanan pengguna dalam satu platform digital.
"Teknologi kami tempatkan sebagai enabler untuk membuat operasional semakin efektif, pengelolaan aset semakin akurat, dan layanan kepada pengguna semakin terintegrasi," kata Rivan.
Di sisi internal, perseroan juga memperkuat transformasi budaya kerja melalui infraculture berbasis nilai budaya "JSMR MOVE" serta pemanfaatan analitik data sumber daya manusia melalui HC Analytics.
Strategi pengembangan bisnis dan pemanfaatan teknologi tersebut dilakukan dengan tetap menjaga kesehatan fundamental perseroan. Pada Semester I 2026, Jasa Marga membukukan pendapatan usaha Rp10,31 triliun, naik 7,6% yoy.
EBITDA meningkat 8,1% yoy menjadi Rp6,99 triliun, sedangkan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp1,91 triliun atau tumbuh 2% yoy.
Memasuki Semester II 2026, Jasa Marga akan menjaga keseimbangan antara akselerasi pembangunan konektivitas, disiplin alokasi modal, stabilitas arus kas, dan pemanfaatan teknologi untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.(end)
Related Research
News Related
