BCA Sekuritas
langen
Daily News

IKM KOSMETIK BINAAN KEMENPERIN TEMBUS PASAR PAPUA NUGINI

Category

Business Economics

Published On

16 September 2026

25842152

IQPlus,(16/9) - Kementerian Perindustrian terus berupaya meningkatkan industri kecil dan menengah (IKM) kosmetik nasional untuk meningkatkan daya saing dan memperluas akses pasar hingga ke tingkat global. Langkah strategis ini kembali membuahkan capaian positif dengan keberhasilan PT Follow Me Indonesia, IKM binaan Kemenperin, menembus pasar ekspor Papua Nugini melalui produk parfum dan gel rambut.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, keberhasilan IKM menembus pasar internasional menunjukkan bahwa produk kosmetik dalam negeri semakin kompetitif, baik dari sisi kualitas, keamanan, maupun inovasi.

"Pemerintah akan terus mendukung industri kosmetik, parfum, dan gaya hidup sehat (wellness) agar semakin meningkatkan kinerja positifnya di pasar ekspor. Produk kosmetik buatan Indonesia semakin dipercaya di pasar dunia karena memiliki kualitas yang baik, aman, dan terbukti memberikan manfaat bagi konsumennya," kata Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (16/9).

Menperin menegaskan, sektor industri kosmetik nasional memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin memprioritaskan kesehatan, kebugaran, kualitas, serta nilai-nilai kesehatan. Momentum pertumbuhan ini perlu dimanfaatkan oleh pelaku industri nasional untuk memperkuat kapasitas produksi, meningkatkan inovasi, serta membangun merek lokal yang mampu bersaing di pasar internasional.

Potensi tersebut antara lain tercermin dari kinerja ekspor industri kosmetik pada tahun 2025 yang mencapai USD473,8 juta, meningkat 13,7 persen dibandingkan tahun 2024 sebesar USD416,8 juta.

"Peningkatan kinerja ekspor ini menjadi bukti bahwa pelaku industri kosmetik dalam negeri terus berkembang dan meningkatkan kualitas serta jangkauan akses pasarnya. Potensi ini harus dimanfaatkan oleh industri dalam negeri, termasuk pelaku industri kecil dan menengah," ujar Agus.

Menurut Menperin, subsektor industri parfum dan wewangian juga memiliki prospek yang menjanjikan karena produknya semakin menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat sekaligus gaya hidup. Besarnya potensi pasar tersebut membuka ruang bagi tumbuhnya wirausaha industri baru yang adaptif dan inovatif.

"Tingginya minat pasar terhadap produk wewangian membuka peluang emas bagi ekosistem industri nasional untuk mencetak wirausaha baru yang adaptif, inovatif, serta siap tampil sebagai pemain utama di tingkat global," imbuhnya. (end)