ELNUSA BEKALI WARGA CILANDAK TIMUR KETRAMPILAN UPCYCLE
Share via
Published On
01 July 2026
Related Stocks
Latest update: 23-06-2026, 03:12:pm
18137973
IQPlus, (1/7) - Botol plastik bekas sering kali berakhir di tempat sampah. Padahal, jika diolah dengan kreativitas, limbah tersebut bisa berubah menjadi berbagai produk yang memiliki nilai ekonomi.
Berangkat dari gagasan tersebut, PT Elnusa Tbk (Elnusa) meluncurkanProgram Penguatan Kelompok Perempuan bertajuk "Empowering Community: Circular Economy and Inclusive Growth" di Pendopo Taman Kenanga, Cilandak Timur.
Program ini membekali peserta dengan keterampilan mengubah botol plastik menjadi produk upcycle yang bernilai jual, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Corporate Secretary Elnusa, Rustam Aji, mengatakan botol plastik tidak seharusnya dipandang sebagai limbah semata.
Menurutnya, bahan tersebut dapat diolah menjadi berbagai produk kreatif, seperti tas, dompet, hingga dekorasi rumah.
"Dari sebuah botol plastik bisa lahir tambahan penghasilan bagi keluarga, lingkungan yang lebih bersih, dan rasa percaya diri bahwa kita mampu menghasilkan sesuatu yang bermanfaat," ujar Rustam.
Program ini diselenggarakan sebagai bagian dari komitmen PT Elnusa Tbk dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pemberdayaan perempuan, peningkatan keterampilan masyarakat, serta penerapan konsep ekonomi sirkular.
Selain mendorong terciptanya peluang ekonomi baru, program ini juga bertujuan mengurangi timbulan sampah plastik melalui pemanfaatan kembali menjadi produk yang bernilai jual.
Inisiatif ini sejalan dengan implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 5 (Kesetaraan Gender), SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDGs 10 (Berkurangnya Kesenjangan), SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan SDGs 13 (Penanganan Perubahan Iklim).
Pendekatan ini menjadi wujud nyata penerapan konsep ekonomi sirkular, di mana sampah tidak lagi dipandang sebagai akhir dari siklus konsumsi, melainkan sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali untuk menciptakan nilai tambah.
Melalui keterlibatan aktif masyarakat, khususnya perempuan, Elnusa berharap dapat membangun budaya pengelolaan lingkungan yang lebih produktif sekaligus membuka jalan bagi terciptanya ekonomi komunitas yang lebih mandiri.
Ke depan, Elnusa berharap program ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan, di mana kepedulian terhadap lingkungan berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (end)
