EKSPANSI PASAR GLOBAL, AMRT RESTRUKTURISASI SAHAM ANAK USAHA SENILAI RP730 MILIAR
Share via
Published On
18 June 2026
Related Stocks
Latest update: 17-06-2026, 02:31:pm
16828364
IQPlus, (18/6) - Dalam rangka memperkuat peta jalan ekspansi bisnis di pasar internasional, emiten ritel pengelola jaringan minimarket Alfamart, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (IDX:AMRT) atau Perseroan, mengumumkan pelaksanaan serangkaian transaksi afiliasi strategis. Berdasarkan dokumen keterbukaan informasi resmi tertanggal 17 Juni 2026, langkah korporasi ini melibatkan entitas terkendali Perseroan, Alfamart Retail Asia Pte. Ltd. (ARA), dan pihak afiliasi Glory Worldwide Investments Pte. Ltd. (GWI).
Hubungan afiliasi kedua belah pihak terjadi karena adanya persamaan pengurus, di mana Budiyanto Djoko Susanto menjabat sebagai Komisaris di Perseroan sekaligus Direktur di GWI. Rangkaian transaksi yang dirancang sebagai satu kesatuan ini bertujuan untuk mengintegrasikan aset serta kegiatan usaha internasional di bawah naungan ARA guna menciptakan efisiensi operasional. Struktur permodalan anak usaha tersebut akan diperkuat melalui masuknya GWI sebagai pemegang saham strategis. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat realisasi proyek-proyek strategis global sekaligus meminimalkan ketergantungan pendanaan pada dukungan internal Perseroan.
Dalam pelaksanaannya, transaksi pertama dilakukan melalui skema peningkatan modal, di mana ARA menerbitkan 49.751.040 saham baru yang seluruhnya diambil bagian oleh GWI senilai USD 40.628.886 (setara Rp730,14 miliar berdasarkan kurs BI per 11 Juni 2026). Transaksi ini mendilusi kepemilikan saham Alfamart di ARA dari semula 100% menjadi 49%, sementara GWI kini resmi memegang kendali mayoritas sebesar 51% saham.
Selanjutnya, ARA menggunakan dana segar hasil peningkatan modal tersebut untuk mengeksekusi pengalihan saham di dua negara, yakni Filipina dan Bangladesh. ARA membeli 10% saham Alfamart Trading Philippines Inc (ATP) dari GWI senilai USD 10.529.222 (setara Rp189,22 miliar), sehingga kepemilikan ARA atas ATP naik menjadi 45%.
Di saat yang sama, ARA juga mengakuisisi 70% saham Alfamart Trading Bangladesh Ltd (ATBL) dari GWI dengan total harga BDT 220.748.900 (setara Rp32,13 miliar). Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan menegaskan bahwa transaksi ini telah memenuhi regulasi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan. Nilai total rangkaian transaksi ini tercatat sebesar Rp730,14 miliar, yang jika dibandingkan dengan ekuitas audited Perseroan per 31 Desember 2025 (sebesar Rp19,38 triliun) hanya mencapai 3,77%.
Dengan demikian, transaksi ini dikategorikan bukan merupakan Transaksi Material berdasarkan POJK 17/2020 karena berada jauh di bawah ambang batas 20%, serta dipastikan tidak mengandung benturan kepentingan. Untuk memastikan kepatuhan regulasi pasar modal, Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Kusnanto & Rekan selaku penilai bisnis independen yang kemudian menyatakan rangkaian transaksi ini wajar dari aspek ekonomi dan keuangan.
Di sisi lain, penilaian fisik terhadap aset properti tanah pendukung operasional di Filipina dijalankan oleh KJPP Suwendho Rinaldy dan Rekan, dengan kesimpulan nilai pasar wajar objek sebesar Php 352.621.000 per akhir tahun 2025. Berdasarkan laporan proforma posisi keuangan konsolidasian per 31 Desember 2025, pelaksanaan transaksi ini diproyeksikan memberikan dampak positif dengan menaikkan total aset konsolidasian Alfamart dari Rp42,57 triliun menjadi Rp42,78 triliun, serta menambah pos ekuitas menjadi Rp19,58 triliun.
Pihak manajemen secara tegas menyatakan bahwa seluruh rangkaian transaksi afiliasi internasional ini sama sekali tidak berpotensi mengganggu kelangsungan usaha utama Perseroan di dalam negeri. (end)
Related Research
News Related
