DOLAR SINGAPURA SENTUH LEVEL TERTINGGI 10 BULAN TERHADAP RINGGIT
Share via
Category
Commodity
Published On
09 September 2026
25151747
IQPlus, (9/9) - Dolar Singapura naik ke level tertinggi 10 bulan terhadap ringgit pada hari Rabu (9 September) karena kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan sentimen penghindaran risiko mendorong investor menuju mata uang negara kota tersebut sebagai aset aman di kawasan.
Nilai tukar melonjak ke RM3,2204, level tertinggi sejak November 2025, menurut data Bloomberg.
Perbedaan ini menggarisbawahi pendorong jangka pendek yang kontras untuk ekonomi negara-negara tetangga tersebut.
Kerangka nilai tukar Singapura melindungi mata uangnya dari tekanan pasar global, sementara ringgit menghadapi tekanan dari serangkaian arus keluar modal asing, bahkan ketika pertumbuhan ekonomi Malaysia tetap stabil.
Kekuatan dolar Singapura sebagian besar ditopang oleh kerangka nilai tukar Otoritas Moneter Singapura, yang mengelola mata uang terhadap sekeranjang mitra dagang utamanya, kata Saktiandi Supaat, kepala riset dan strategi valuta asing di Maybank.
Kekuatan mata uang utama seperti yen, dikombinasikan dengan sentimen positif terhadap saham Singapura, telah memberikan dukungan tambahan, tambahnya.
Di luar bursa, ringgit menderita akibat aksi jual yang lebih luas di pasar valuta asing regional. Penguatan imbal hasil obligasi AS, kenaikan harga minyak, dan pelemahan Obligasi Pemerintah Malaysia telah sangat meredam sentimen, kata Christopher Wong, ahli strategi valuta asing di OCBC.
Sentimen yang lebih lemah tersebut telah memicu eksodus dari saham Malaysia. Dana global menarik dana sebesar US$122 juta dari saham Malaysia pada minggu pertama September, setelah arus keluar sebesar US$486 juta pada bulan Agustus, menurut Bloomberg News.
Hal ini memperpanjang tren dari awal tahun, yang menunjukkan penurunan kepemilikan saham asing menjadi 18,3 persen pada kuartal kedua, seperti yang dicatat oleh Citi pada bulan Juli. (end/bussinesstimes.com)
Related Research
News Related
