DOLAR AUSSE BERTAHAN DI LEVEL TERTINGGI 13 TAHUN TERHADAP DOLAR KIWI
Share via
Category
Commodity
Published On
03 September 2026
24547934
IQPlus, (3/9) - Dolar Australia bertahan di dekat level tertinggi 13 tahun terhadap dolar Selandia Baru pada hari Kamis (3 September) karena pasar bertaruh pada perbedaan prospek suku bunga antara kedua bank sentral, meskipun kedua mata uang tersebut kehilangan nilai terhadap yen yang menguat di tengah dugaan intervensi pemerintah Jepang.
Dolar Australia turun 0,1 persen menjadi NZ$1,2227, setelah melonjak 1 persen semalam mencapai puncak 13 tahun di NZ$1,2285.
Itu adalah kenaikan harian terbesar sejak April 2025 dan sebagian besar disebabkan oleh penurunan tajam dolar Selandia Baru setelah kenaikan suku bunga yang cenderung lunak dari Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) yang membuat pasar bertaruh pada kebijakan yang akan dipertahankan bulan depan setelah dua kenaikan berturut-turut tahun ini.
Dolar Selandia Baru (kiwi) menguat 0,2 persen menjadi US$0,5863, setelah jatuh 0,7 persen semalam hingga serendah US$0,5802, level terlemah sejak 30 Juli. Level support berada di sekitar US$0,5762.
"Pandangan dovish kami yang sudah lama terhadap RBNZ tetap tidak berubah. Kami percaya 2,75 persen adalah batas akhir dalam siklus ini," kata Faraz Syed, seorang ekonom di Citi, menambahkan bahwa perkiraan pasar untuk tiga kenaikan suku bunga lagi masih tinggi.
"Kita akan melihat perlambatan indikator aktivitas dalam beberapa minggu dan bulan mendatang yang kemungkinan akan mencegah RBNZ menaikkan suku bunga lebih lanjut."
Dolar Australia juga mendapat dukungan dari data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan, yang menambah spekulasi bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) akan menaikkan suku bunga untuk keempat kalinya pada pertemuan 28-29 September, dengan probabilitas 55 persen.
Dolar Australia tetap stabil di US$0,7170, setelah naik 0,3 persen semalam. Para pelaku pasar bullish menargetkan level tertinggi Agustus di US$0,7208, dengan penembusan di atas level tersebut membuka jalan menuju US$0,7280.
Paul Bloxham, kepala ekonom di HSBC, sekarang memperkirakan RBA akan menaikkan suku bunga dua kali tahun ini hingga tingkat akhir 4,85 persen, dengan alasan pertumbuhan permintaan masih melebihi pertumbuhan kapasitas pasokan ekonomi. (end/Reuters)
Related Research
News Related
