DMS PROPERTINDO BERENCANA GELAR RIGHTS ISSUE
Share via
Published On
31 August 2026
Related Stocks
Latest update: 28-08-2026, 04:31:pm
24231108
IQPlus, (31/8) - PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) akan melakukan Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I atau Rights Issue.
Dalam prospektus ringkasnya Jumat (28/8) KOTA akan menggelar rights issue sebanyak 100.000.000.000 saham baru seri B (Saham Baru) atau sebesar-besarnya 90,46% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah PMHMETD I dengan nilai nominal Rp25 setiap saham.
Saham Baru akan memiliki hak yang sama dengan saham-saham Perseroan lainnya yang telah dikeluarkan oleh Perseroan. PMHMETD I ini tidak menyebabkan terjadinya perubahan pengendali di Perseroan serta akan digelar paling lambat dalam 12 bulan terhitung sejak tanggal RUPSLB
Adapun dana dari hasil aksi korporasi ini sebesar Rp4,4 triliun akan digunakan untuk melakukan pengambilalihan atas 2 (dua) perusahaan, yaitu (Transaksi Pengambilalihan) PT Art Design Indonesia (ADI) melalui pembelian saham yang dimiliki oleh PT Michel Energi (ME) sebanyak 1.206.272 lembar saham atau yang mewakili 99,99% dengan nilai transaksi sebesar Rp1,2 triliun.
Selanjutnya pengambilalihan PT Mandirinusa Graha Perkasa (MGP) melalui pembelian saham yang dimiliki oleh ME sebanyak 6.413.296 lembar saham atau yang mewakili 99,99% dengan nilai transaksi sebesar Rp3,2 triliun sementara sisanya akan digunakan seluruhnya oleh Perseroan untuk modal kerja dan kegiatan operasional, serta pengembangan usaha Perseroan.
Rencana pengambilalihan ADI dan MGP merupakan langkah strategis untuk memperkuat basis aset sekaligus memperluas pijakan bisnis Perseroan melalui penguasaan land bank strategis dengan total sekitar 571 Ha. Pengambilalihan ADI memberikan akses terhadap lahan seluas sekitar 23 ha di Surabaya, salah satu pusat aktivitas ekonomi dan perdagangan di Indonesia bagian timur, sedangkan pengambilalihan MGP memberikan penguasaan atas sekitar 548 ha di Maja, kawasan yang memiliki potensi pertumbuhan seiring dengan perkembangan hunian, konektivitas transportasi, serta kebutuhan kawasan industri dan logistik.
Namun KOTA akan meminta persetujuan terlebih dahulu dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada tanggal 6 Oktober 2026. (end)
Related Research
News Related
