BCA Sekuritas
langen
Daily News

BUKALAPAK FOKUS KEJAR PROFIT, PANGKAS 58% KARYAWAN DEMI EFISIENSI

Published On

06 May 2026

Related Stocks

Latest update: 23-06-2026, 05:43:pm

12552141

IQPlus, (6/5) - PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) menegaskan komitmennya untuk memulihkan defisit saldo laba senilai Rp7,1 triliun yang tercatat per Desember 2025 melalui serangkaian strategi transformasi bisnis yang lebih tajam.

Dalam keterbukaan informasi terbaru, emiten teknologi ini menyatakan akan fokus mengoptimalkan kinerja pada empat segmen utama: Mitra Bukalapak, Gaming, Investment, dan Retail. Langkah transformasi ini diiringi dengan efisiensi sumber daya manusia (SDM) yang cukup signifikan.

Berdasarkan data laporan keuangan, jumlah karyawan Bukalapak menyusut dari 1.018 orang pada akhir 2024 menjadi tersisa 424 orang pada Desember 2025. Perampingan ini merupakan bagian dari rencana aksi korporasi yang mencakup penghentian bertahap sejumlah lini usaha dan penutupan entitas anak tertentu yang dimulai sejak kuartal IV-2024.

"Langkah ini diambil untuk memastikan fokus Perseroan pada segmen usaha yang memiliki potensi pertumbuhan berkelanjutan," tulis manajemen dalam surat yang ditandatangani Sekretaris Perusahaan, Cut Fika Lutfi.

Perusahaan juga menegaskan bahwa pemangkasan jumlah staf ini tidak membatalkan kebijakan strategis material lainnya, melainkan untuk menyelaraskan alokasi sumber daya agar lebih efisien.

Terkait kinerja di Papan Ekonomi Baru, Bukalapak mencatatkan pertumbuhan pendapatan rata-rata tahunan (CAGR) sebesar 22% dalam tiga tahun terakhir. Menariknya, perusahaan kini mulai meninggalkan parameter tradisional seperti Total Processing Value (TPV), Gross Merchandise Value (GMV), dan Gross Transaction Value (GTV).

Indikator-indikator tersebut dinilai tidak lagi relevan dalam menggambarkan model bisnis terbaru perusahaan yang telah menghentikan operasional marketplace produk fisik. Sebagai gantinya, Bukalapak kini lebih menitikberatkan pada kualitas pendapatan dan profitabilitas dari masing-masing segmen usaha.

Hingga saat ini, perusahaan juga menyatakan tidak memiliki rencana aksi korporasi spesifik untuk 12 bulan ke depan serta mengonfirmasi bahwa perkara hukum dengan PT Harmas Jalesveva telah dinyatakan selesai sejak Oktober 2025. (end)