BKPM : PENGEMBANGAN BIOETANOL PACU KETAHANAN EKONOMI HINGGA ENERGI
Share via
Category
Business Economics
Published On
15 September 2026
25750467
IQPlus, (15/9) - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyampaikan pengembangan bioetanol berkaitan dengan ketahanan ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan energi melalui peningkatan nilai tambah komoditas pertanian dan diversifikasi sumber energi.
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu menyampaikan pengembangan bioetanol memiliki keterkaitan dengan sejumlah agenda strategis pemerintah, mulai dari ketahanan energi, hilirisasi, transisi energi hingga ketahanan ekonomi.
"Pengembangan bioetanol ini memiliki keterkaitan dengan empat agenda utama, yakni ketahanan energi, hilirisasi, transisi energi dan ketahanan ekonomi. Indonesia memiliki berbagai sumber bahan baku, antara lain tebu, singkong, sorgum yang dapat diolah lebih lanjut untuk menghasilkan nilai tambah di dalam negeri," jelas dia dalam pernyataan resmi di Jakarta, Selasa.
Adapun dirinya pada Senin (14/9) meresmikan Launching Bioethanol Development Center di Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Lampung.
Fasilitas tersebut dikembangkan melalui kerja sama PT Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) dan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) sebagai salah satu langkah untuk menyiapkan kapasitas industri bioetanol nasional seiring meningkatnya kebutuhan energi dan rencana peningkatan campuran bioetanol hingga E20.
Menurutnya, kebutuhan pengembangan bioetanol semakin besar seiring konsumsi bensin nasional yang diproyeksikan meningkat dari sekitar 37,3 juta kiloliter pada 2025 menjadi 39,7 juta kiloliter pada 2029.
Sementara itu, kapasitas produksi dalam negeri belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan sehingga ketergantungan terhadap impor BBM masih cukup tinggi.
Pada implementasi awal bensin campuran bioetanol melalui skema E5, kebutuhan bioetanol diperkirakan mencapai sekitar 1,7-2 juta kiloliter per tahun. Namun, kapasitas produksi bioetanol fuel grade di dalam negeri masih terbatas.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan perlunya penambahan kapasitas produksi, investasi, serta kepastian pasokan bahan baku untuk menopang pengembangan industri bioetanol nasional. (end)
Related Research
News Related
