BELUM CAPAI TARGET 15%, MBAP SUSUN STRATEGI PEMENUHAN MINIMUM FREE FLOAT
Share via
Published On
16 September 2026
Related Stocks
Latest update: 02-09-2026, 10:31:am
25837399
IQPlus, (16/9) - PT Mitrabara Adiperdana Tbk (kode saham: MBAP) saat ini tengah mengkaji berbagai opsi strategis untuk memenuhi ketentuan minimum saham beredar di publik (free float) sebesar 15 persen. Langkah ini dilakukan guna merespons surat permintaan penjelasan yang dilayangkan oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait porsi kepemilikan saham perseroan yang belum mencapai batas regulasi.
Berdasarkan laporan bulanan kegiatan registrasi kepemilikan saham per 31 Agustus 2026, porsi saham free float Mitrabara Adiperdana baru tercatat sebesar 9,702 persen atau sebanyak 119.069.300 saham. Angka tersebut masih berada di bawah ambang batas minimum 15 persen dari total saham tercatat sebagaimana diatur dalam Ketentuan V.1.1 Peraturan Bursa Nomor I-A.
Direktur Utama PT Mitrabara Adiperdana Tbk, Khoirudin, menyampaikan bahwa perseroan berkomitmen penuh untuk memenuhi ketentuan tersebut sesuai dengan ketentuan dan batas waktu masa transisi yang berlaku. Kendati demikian, penyesuaian porsi saham publik dinilai memerlukan kehati-hatian karena akan memicu penyesuaian pada struktur kepemilikan saham perseroan.
Hingga pertengahan September 2026, perseroan menyatakan belum mengambil keputusan final mengenai opsi atau mekanisme tindakan korporasi yang akan diambil. MBAP masih menjalankan evaluasi komprehensif yang mencakup verifikasi komposisi pemegang saham, pemenuhan aspek hukum dan regulasi, hingga dampak terhadap struktur permodalan perusahaan.
Guna merealisasikan target tersebut, manajemen MBAP telah merancang sejumlah tahapan pemenuhan. Proses ini diawali dengan rekonsiliasi data bersama Biro Administrasi Efek, dilanjutkan dengan kajian alternatif mekanisme pasar modal, koordinasi bersama pemegang saham pengendali, hingga pemenuhan persetujuan internal sesuai anggaran dasar perseroan.
Demi memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai regulasi, Mitrabara Adiperdana turut mengajukan permohonan bantuan dan konsultasi teknis kepada pihak BEI. Perseroan mengharapkan arahan bursa terkait formulasi perhitungan free float, kelengkapan prosedur dokumen, serta ruang diskusi lanjutan setelah kajian awal perseroan rampung.
Sebelumnya, BEI mengirimkan surat resmi Nomor S-11720/BEI.PP1/09-2026 tertanggal 10 Agustus 2026 untuk meminta penjelasan emiten terkait rincian kendala dan rencana aksi pemenuhan free float. Langkah pemantauan ini dilakukan BEI guna menjaga tingkat likuiditas perdagangan saham serta melindungi kepentingan seluruh investor di pasar modal. (end)
Related Research
News Related
