BEI HENTIKAN SEMENTARA PERDAGANGAN SAHAM BIKE DAN EFEK WIKA
Share via
Published On
21 September 2026
Related Stocks
Latest update: 31-08-2026, 04:21:pm
26332188
IQPlus, (21/9) - Bursa Efek Indonesia (BEI) menghenrikan sementara perdagangan saham PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE)
sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham tersebut
Endra Febri Styawan Pjs. Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI (18/9) menyampaikan suspensi dilakukan dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi Investor, PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) pada tanggal 21 September 2026.
Penghentian sementara perdagangan saham BIKE dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya.
Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang
disampaikan oleh Perseroan.
Sementara itu Adi Pratomo Aryanto Aditya Nugraha P.H. Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2 BEI dalam keterangan tertulisnya (18/9)) menuturkan bahwa BEI juga mengsuspensi efek WIKA karena Perseroan telah menunda pembayaran pendapatan bagi hasil Sukuk Mudharabah yang dijadwalkan pada 18 September 2026 sebagai berikut:
1. Pendapatan bagi hasil ke-22 untuk Seri B Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Wijaya Karya Tahap I Tahun 2020 (SMWIKA01BCN1).
2. Pendapatan bagi hasil ke-23 untuk Seri C Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Wijaya Karya Tahap I Tahun 2020 (SMWIKA01CCN1).
Atas penundaan pembayaran tersebut, mengindikasikan adanya permasalahan pada kelangsungan usaha Perseroan.
Dengan mempertimbangkan hal tersebut, Bursa Efek Indonesia (Bursa) memutuskan untuk melanjutkan penghentian sementara (Suspensi) Perdagangan Efek PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) di Seluruh Pasar hingga pengumuman Bursa lebih lanjut. (end)
Related Research
News Related
