BAHLIL SEBUT REVISI RKAB VALE INDONESIA JADI ATENSI UNTUK DITUNTASKAN
Share via
Published On
16 September 2026
Related Stocks
Latest update: 11-09-2026, 12:00:am
25855229
IQPlus, (16/9) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) PT Vale Indonesia Tbk menjadi atensi untuk dituntaskan oleh kementerian.
"Akan menjadi atensi saya untuk bisa kita tuntaskan," ujar Bahlil dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Rabu.
Bahlil menegaskan bahwa tidak ada kuota produksi dalam RKAB perusahaan pelat merah yang dipangkas oleh pemerintah. Ia merujuk pada RKAB untuk PT Bukit Asam dan PT Antam yang telah disetujui oleh pemerintah.
Kuota produksi Vale Indonesia, tutur dia, juga termasuk yang tidak dipotong oleh pemerintah.
"Vale itu bukan dipotong. Kami kasih (kuota produksi), tetapi dia minta tambah," ujar Bahlil.
Bahlil menyampaikan pemerintah telah menyetujui RKAB tahap pertama Vale Indonesia. Akan tetapi, Bahlil menyampaikan Vale Indonesia mengajukan revisi RKAB dan meminta tambahan kuota produksi.
"Kami memberikan tambah itu sesuai kinerja. Kalau kinerjanya bagus, kami kasih bagus. RKAB sekali lagi akan saya tuntaskan, menyangkut dengan Vale. Tetapi kinerja juga harus diperbaiki," kata Bahlil.
Pada awal 2026, Direktur Utama PT Vale Indonesia Tbk Bernardus Irmanto meminta dukungan Komisi XII DPR RI terkait kuota Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) karena porsi yang disetujui dinilai berisiko mengganggu pemenuhan pasokan bijih untuk tiga proyek Teknologi Pelindian Asam Bertekanan Tinggi (HPAL).
Ia mengatakan PT Vale telah mengantongi persetujuan RKAB, namun volume yang diberikan belum sebanding dengan kebutuhan untuk memenuhi komitmen suplai ke proyek hilirisasi yang sedang berjalan di Pomalaa, Morowali dan Sorowako.
"Saat ini kami sudah memperoleh persetujuan RKAB. Namun demikian kuota yang diberikan kepada PT Vale sekitar 30 persen dari apa yang kami minta," kata Bernardus.
Kemudian, setelah masa pengajuan revisi RKAB rampung dilakukan pada 1-31 Juli 2026, tepatnya dalam temu media pada Agustus 2026, Budiawansyah yang saat itu menjabat sebagai Direktur dan Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer Vale menyampaikan perseroan telah menyiapkan pasokan bijih untuk kebutuhan smelter perseroan.
Budiawansyah juga mengatakan akan memanfaatkan kuota yang diberikan oleh pemerintah pada awal tahun secara maksimal untuk operasional smelter. (end/ant)
Related Research
News Related
