BCA Sekuritas
langen
Daily News

5 Prinsip Dasar Lo Kheng Hong dalam Berinvestasi

Published On

04 November 2026

image

Di dunia investasi saham, nama Lo Kheng Hong dikenal sebagai salah satu investor tersukses di Indonesia sekaligus sosok yang identik dengan strategi value investing, yaitu pendekatan investasi yang berfokus pada pembelian saham perusahaan berkualitas dengan fundamental yang baik pada harga yang berada di bawah nilai wajarnya (intrinsic value). 

Dalam strategi ini, investor tidak sekadar mengejar saham yang sedang populer, melainkan mencari perusahaan yang memiliki kinerja bisnis solid namun dihargai lebih rendah oleh pasar, sehingga menawarkan potensi keuntungan yang menarik dalam jangka panjang. Berkat konsistensinya menerapkan prinsip tersebut selama puluhan tahun, Lo Kheng Hong kerap dijuluki sebagai "Warren Buffett Indonesia". 

Kesuksesannya tidak diperoleh dari mengikuti tren pasar atau rekomendasi influencer, melainkan dari analisis fundamental yang mendalam, kesabaran dalam berinvestasi, serta disiplin untuk membeli saham yang memiliki valuasi menarik. Bagi investor pemula, memahami prinsip-prinsip investasi ala Lo Kheng Hong dapat menjadi langkah awal untuk membangun portofolio yang sehat, berkelanjutan, dan berorientasi pada penciptaan nilai dalam jangka panjang.

1. Kenali Siapa Pengendali Perusahaan

Sebelum membeli saham, investor harus mengetahui siapa pemilik dan pengelola perusahaan. Informasi ini dapat ditemukan dalam annual report atau laporan tahunan perusahaan Manajemen yang kompeten, berintegritas, dan memiliki rekam jejak baik menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan bisnis jangka panjang. Sebab, sebaik apa pun prospek industri, kinerja perusahaan tetap bergantung pada kualitas orang yang menjalankannya.

2. Pilih Bisnis yang Mudah Dipahami dan Berkualitas

Lo Kheng Hong kerap menekankan pentingnya memahami bisnis perusahaan sebelum membeli sahamnya. Investor perlu mengetahui dari mana perusahaan menghasilkan pendapatan, bagaimana posisi kompetitifnya, serta prospek pertumbuhannya di masa depan. Perusahaan dengan model bisnis yang kuat umumnya lebih mampu bertahan menghadapi perubahan kondisi ekonomi dan persaingan industri.

3. Fokus pada Perusahaan yang Menghasilkan Laba

Salah satu prinsip utama dalam investasi fundamental adalah membeli perusahaan yang benar-benar menghasilkan keuntungan. Tidak cukup hanya mencatat laba, perusahaan juga sebaiknya mampu menumbuhkan labanya secara konsisten dari tahun ke tahun. Pertumbuhan laba menunjukkan bahwa bisnis berkembang dan memiliki potensi menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham dalam jangka panjang.

4. Beli Saham dengan Valuasi Murah

Perusahaan bagus belum tentu menjadi investasi yang menarik apabila dibeli pada harga yang terlalu mahal. Oleh karena itu, Lo Kheng Hong menekankan bahwa investor perlu memperhatikan valuasi saham melalui indikator seperti. Price to Earnings Ratio (PER) dan Price to Book Value (PBV) Secara umum, saham dengan PER dan PBV yang relatif rendah sering menjadi incaran investor nilai (value investor) karena dinilai masih memiliki ruang kenaikan harga yang lebih besar. 

5. Perhatikan Dividend Yield

Dividen merupakan salah satu bentuk keuntungan yang dapat dinikmati investor selain capital gain. Perusahaan yang rutin membagikan dividen menunjukkan kemampuan menghasilkan arus kas yang sehat dan komitmen memberikan nilai kepada pemegang saham. Oleh karena itu, dividend yield dapat menjadi indikator tambahan dalam memilih saham untuk investasi jangka panjang.

Mulai perjalanan investasi Anda bersama BCA Sekuritas, dengan dukungan tim riset yang secara konsisten menghadirkan analisis fundamental, ulasan emiten, serta insight pasar yang relevan untuk membantu Anda menemukan saham-saham berkualitas. Dengan bekal riset yang tepat, Anda dapat berinvestasi secara lebih terarah, terukur, dan berorientasi pada pertumbuhan nilai jangka panjang.